JAKARTA - Gelombang solidaritas masyarakat Jawa Timur mengalir ke wilayah-wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam.
Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, bantuan kemanusiaan senilai Rp6,1 miliar disalurkan untuk mendukung pemulihan warga di Aceh dan sejumlah daerah lain di Sumatera. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan hidup sehari-hari, sebagai respons atas kondisi darurat yang masih dihadapi para korban.
Upaya penyaluran ini menandai komitmen BAZNAS Jatim dalam menghubungkan kepedulian publik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Di tengah proses relokasi dan pemulihan pascabencana, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat membantu masyarakat bertahan sekaligus memulai kembali aktivitas hidup mereka.
Solidaritas Warga Jawa Timur Mengalir ke Sumatera
Ketua BAZNAS Jawa Timur Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan cerminan kepedulian masyarakat terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
“Kegiatan pelepasan bantuan untuk korban bencana ekologi di wilayah Sumatera ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Jawa Timur sangat luar biasa untuk membantu meringankan beban penderitaan korban bencana yang terdampak,” kata Ali Maschan.
Ali Maschan menjelaskan, bantuan kemanusiaan ini bersumber dari donasi masyarakat, instansi, serta berbagai lembaga yang mempercayakan penyalurannya kepada BAZNAS Jatim. Dukungan itu datang dalam dua bentuk, yakni uang tunai dan barang kebutuhan pokok.
Selama dua bulan penggalangan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.162.298.397. Selain itu, terkumpul pula bantuan logistik sebanyak 160 koli yang berisi bahan makanan, pakaian baru, obat-obatan, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, serta kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan uang tunai disalurkan melalui BAZNAS RI agar dapat terdistribusi secara terkoordinasi dengan program nasional. Sementara itu, bantuan barang dikirim langsung ke BAZNAS provinsi serta kabupaten dan kota di wilayah Sumatera yang terdampak, dengan dukungan jasa ekspedisi agar penyalurannya tepat sasaran.
Distribusi Dana dan Logistik untuk Wilayah Terdampak
Penyaluran bantuan dilakukan secara terencana agar dapat menjangkau daerah-daerah yang masih membutuhkan dukungan besar. Kepala Perwakilan BAZNAS RI di Jawa Timur Kolonel (Purn) Drs. Nur Chamdani menyampaikan bahwa wilayah Aceh dan Sumatera saat ini memasuki fase relokasi pascabencana. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa proses relokasi pascabencana menelan sekitar 1.200 korban jiwa, sehingga kebutuhan akan bantuan kemanusiaan masih sangat tinggi. Menurutnya, BAZNAS menargetkan total bantuan sebesar Rp80,4 miliar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, bantuan yang berhasil dihimpun secara nasional telah mencapai lebih dari Rp60 miliar.
Dana tersebut direncanakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendasar, antara lain penyediaan pangan, layanan kesehatan, perlengkapan pendidikan, serta pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membantu pada tahap darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka menengah hingga panjang.
“Donasi akan terus dibuka hingga kondisi benar-benar pulih, tidak hanya untuk kebutuhan darurat, tetapi juga membangun kembali harapan hidup warga terdampak,” ujarnya.
Pemulihan Jangka Panjang Jadi Prioritas
Penyaluran bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. BAZNAS menempatkan pemulihan jangka panjang sebagai salah satu fokus utama, seiring dengan masih berlangsungnya proses adaptasi masyarakat terhadap lingkungan pascabencana. Dukungan terhadap sarana kesehatan dan pendidikan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal secara bertahap.
Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, instansi, hingga lembaga sosial, menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi menjadi kunci agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi warga yang terdampak.
Langkah BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan ke Sumatera juga dinilai sebagai bentuk penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Hal ini tercermin dari besarnya dana yang terkumpul dalam waktu relatif singkat.
Apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat mengapresiasi peran masyarakat Jawa Timur dan BAZNAS Jatim dalam membantu korban bencana di Sumatera. Ia menilai, tingginya dana yang terkumpul mencerminkan kuatnya kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola dana umat.
Menurut Imam Hidayat, kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan. Ia juga berharap agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para korban.
Selain mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak, BAZNAS Jawa Timur juga tetap menjalankan program-program sosial di daerahnya sendiri. Usai pelepasan bantuan untuk Sumatera, BAZNAS Jatim menyerahkan bantuan simbolis kepada para mustahik melalui berbagai program, antara lain beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi, bantuan UMKM, serta bantuan sosial bagi kaum dhuafa.
Dengan langkah ini, BAZNAS Jatim menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial. Bantuan Rp6,1 miliar yang dikirim ke Sumatera menjadi bukti bahwa kepedulian lintas daerah dapat terwujud melalui kerja sama yang terorganisasi. Di tengah proses pemulihan yang masih berjalan, dukungan berkelanjutan dari masyarakat diharapkan dapat membantu korban bencana bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.