S&P Global Akuisisi OpenZeppelin, Perkuat Pengawasan Risiko Kode Kripto

Kamis, 17 September 2026 | 20:16:00 WIB

LIPUTANFINANSIAL.COM — Raksasa pemeringkat kredit S&P Global resmi mengakuisisi OpenZeppelin, perusahaan keamanan smart contract yang pustaka kodenya telah memproses transfer kumulatif lebih dari USD 37 triliun. Langkah ini menandai pergeseran penting: penilaian risiko aset digital tidak lagi berhenti pada cadangan atau peringkat kredit, tetapi mulai menyasar kode yang menjalankan stablecoin dan produk keuangan onchain. Nilai transaksi tidak diungkap ke publik.

S&P Global (SPGI) menyetujui pembelian OpenZeppelin, firma keamanan smart contract yang pustaka kode sumber terbukanya dipakai luas di pasar stablecoin dan dana tokenisasi. Perusahaan menyebut kontrak yang dibangun dengan pustaka tersebut telah memindahkan lebih dari USD 37 triliun sepanjang waktu. Angka itu mengukur nilai transfer melalui kontrak, bukan aset yang dikelola atau disimpan OpenZeppelin.

Langkah ini membuka akses S&P ke wilayah keuangan onchain yang belum terjangkau pemeringkat konvensional. Selama ini penilaian risiko sebuah proyek kripto bertumpu pada kualitas cadangan atau profil kredit penerbitnya.

Padahal, proyek dengan cadangan sehat tetap bisa ambruk gara-gara satu celah di smart contract-nya. S&P bertaruh bank dan manajer aset akan butuh cara baku untuk menilai risiko teknologi semacam itu sebelum memakai produk onchain dalam skala besar.

Dari Menilai Entitas ke Menilai Kode

S&P Global menyatakan transaksi ini melengkapi kemampuan penilaian risiko dan pengembangan ekosistem perusahaan di pasar aset digital. Perusahaan menegaskan akuisisi memperkuat kapasitasnya membangun standar keamanan onchain generasi berikutnya seiring perpindahan pasar modal ke rantai blok.

OpenZeppelin berdiri sejak 2015 dan menyediakan layanan penilaian keamanan onchain serta pengembangan aman. Perusahaan juga mengelola pustaka smart contract sumber terbuka yang dipakai banyak stablecoin dan dana tokenisasi terbesar.

Sepanjang operasinya, OpenZeppelin telah menjalankan lebih dari 900 penugasan keamanan. Dari situ terungkap lebih dari 10.000 kerentanan sebelum kode masuk ke tahap produksi.

OpenZeppelin Tetap Beroperasi dengan Nama Sendiri

OpenZeppelin akan mempertahankan namanya dan berjalan sebagai unit terpisah. Pendiri sekaligus CEO Demian Brener tetap memimpin bisnis tersebut dan melapor kepada Le Pallec.

Transaksi masih menunggu pemenuhan syarat penutupan. S&P Global memperkirakan akuisisi ini tidak berdampak material terhadap hasil keuangannya.

Rangkaian Ekspansi Aset Digital S&P Global

Akuisisi OpenZeppelin melanjutkan rangkaian langkah S&P Global di sektor aset digital. Perusahaan bernilai sekitar USD 120 miliar itu sebelumnya memimpin investasi strategis yang memperpanjang putaran Seri B firma data kripto Kaiko menjadi USD 110 juta.

Investasi Kaiko turut diikuti BNP Paribas, Nasdaq Ventures, Coinbase Ventures, dan Royal Bank of Canada. Pada awal September, S&P Dow Jones Indices dan Kaiko meluncurkan rangkaian indeks aset digital bermerek bersama.

Pada Maret, keduanya juga menokenisasi iBoxx U.S. Treasuries Index. S&P sendiri sudah lebih dari setahun membangun cakupan aset digital, termasuk menerbitkan penilaian stabilitas stablecoin dan memberikan peringkat kredit pertama untuk protokol DeFi bernama Sky.

Mengapa Ini Relevan bagi Pasar Asia Pasifik

Kawasan Asia Pasifik menjadi medan uji utama saat stablecoin masuk ke sistem keuangan teregulasi. Berbagai yurisdiksi di kawasan ini tengah menyusun aturan, use case, dan peran stablecoin dalam pembayaran lintas batas.

Bagi pelaku industri di Indonesia, akuisisi ini menandakan infrastruktur penilaian risiko aset digital mulai matang. Bank dan manajer aset yang ingin mengeksplorasi produk onchain akan punya rujukan lebih lengkap sebelum mengambil keputusan.

Terkini