LIPUTANFINANSIAL.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35,64 poin atau 0,55 persen ke level 6.496,79 pada perdagangan Rabu (16/9/2026) pagi. Penguatan terjadi saat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed semakin besar, meski indeks sempat dibuka melemah.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak naik pada sesi pagi, Rabu (16/9/2026). Pada pukul 09.15 WIB, indeks tercatat di level 6.496,79 atau menguat 35,64 poin (0,55 persen). Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka melemah.
Indeks LQ45 turut menguat 1,86 poin atau 0,29 persen menjadi 652,62. Kenaikan IHSG berlangsung di tengah ekspektasi pasar yang semakin besar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed.
Ekspektasi The Fed Jadi Sorotan Pasar
Pelaku pasar mencermati perkembangan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan pagi ini.
Meski IHSG menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap menjadi perhatian investor. Kebijakan suku bunga AS kerap berdampak pada aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pandangan Analis soal Arah IHSG
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai secara teknikal IHSG masih berpotensi melemah secara terbatas.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.440-6.600," ujar Nico.
Level support dan resistance tersebut menjadi acuan teknis yang diperhatikan pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Arti Pergerakan Pagi Ini
Penguatan IHSG pagi ini menunjukkan pasar masih bergerak di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Level 6.496,79 menjadi posisi indeks pada pukul 09.15 WIB, dengan LQ45 di 652,62.
Pergerakan indeks selanjutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan faktor teknikal yang disebut analis.