Pameran INACRAFT 2026 Angkat Tema Teknologi untuk Industri Kriya

Selasa, 15 September 2026 | 19:52:01 WIB
Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7-11 Oktober 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Ajang pameran kerajinan tangan terbesar di kawasan Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, resmi mengusung tema utama Technocraft, yakni dengan memposisikan teknologi sebagai motor penggerak utama dalam transformasi sektor industri kriya tanah air.

Perhelatan akbar pameran tersebut dijadwalkan akan diselenggarakan bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC) pada rentang tanggal 7 hingga 11 Oktober 2026 mendatang.

“Teknologi bukan untuk menggantikan tangan perajin, tetapi menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan nilai karya,” kata Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Muchsin menyampaikan penjelasan bahwa INACRAFT 2026 sengaja mengangkat unsur teknologi sebagai salah satu pilar penggerak dalam transformasi industri kriya.

Arus perkembangan teknologi, lanjut Muchsin, saat ini cakupannya tidak lagi terbatas sekadar pada ranah proses produksi saja, melainkan telah merambah masuk ke berbagai lini rantai industri, yang meliputi pengembangan material baru dan desain, sektor pemasaran, perdagangan digital, hingga perluasan akses menjangkau pasar internasional.

Menurut pandangannya, pengusungan tema Technocraft ini secara bersamaan turut menempatkan kalangan generasi muda sebagai elemen subjek yang memegang peranan penting di dalam gelombang perubahan tersebut.

“Para Youthpreneurs didorong untuk memanfaatkan teknologi guna mengembangkan produk kriya yang inovatif, efisien, memiliki nilai tambah, serta tetap mempertahankan identitas budaya Indonesia,” ujar Muchsin.

Muchsin menegaskan bahwa teknologi harus diposisikan secara tepat sebagai instrumen strategis guna memperkuat kapasitas kemampuan para perajin dan pelaku usaha, dan bukannya menggantikan unsur kreativitas serta keterampilan dasar tangan manusia.

Konsep Technocraft ini secara komprehensif mencakup pemanfaatan teknologi modern dalam aspek pengembangan material, optimalisasi proses produksi, perancangan desain, strategi pemasaran, hingga penciptaan inovasi produk. Lewat pendekatan tersebut, teknologi diharapkan mampu berjalan selaras secara beriringan bersama kekayaan tradisi serta nilai kearifan lokal.

Di sisi lain, Project Officer INACRAFT 2026 Syamsul Huda mengemukakan bahwa pemilihan tema Technocraft merupakan bentuk respons nyata atas gelombang perkembangan teknologi yang kian masif memengaruhi lanskap industri kriya nasional.

Implementasi penerapan teknologi ini rencananya akan diperkenalkan secara langsung melalui berbagai ragam pendekatan kreatif, yang di antaranya mencakup pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan baku lilin batik, modernisasi tahapan proses tenun, hingga pengembangan teknik pengolahan keramik dan produk kayu.

Seluruh rangkaian inovasi tersebut diarahkan secara khusus guna mendongkrak tingkat efisiensi serta nilai tambah produk tanpa harus menghilangkan ciri khas karakter serta keterampilan tradisional perajin.

Dalam rangka memperkuat aspek riset dan pengembangan inovasi, pihak ASEPHI menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), serta menggandeng sejumlah perguruan tinggi serta institusi pendidikan terkemuka, yang mencakup Universitas Indonesia (UI) serta Institut Seni Indonesia (ISI).

Syamsul menilai bahwa sinergi kolaborasi tersebut merupakan bagian esensial dari upaya mempertemukan kebutuhan nyata para pelaku industri dengan kapasitas riset, penguasaan teknologi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai isu strategis, seperti material baru, pemanfaatan bahan pewarna alami, teknologi proses produksi, pengelolaan limbah, perancangan desain, hingga pengembangan ragam produk baru akan menjadi bagian utama dari agenda insight program dalam INACRAFT 2026.

Pameran bergengsi ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) yang bekerja sama dengan Mediatama Event selaku pihak penyelenggara acara, serta didukung penuh oleh Bank Mandiri yang bertindak sebagai sponsor utama.

Lebih lanjut, Syamsul menuturkan bahwa kolaborasi luas ini berhasil mempertemukan para pelaku usaha, asosiasi industri, sektor perbankan, instansi pemerintah, lembaga riset, kalangan akademisi, serta para mitra teknologi dan perdagangan digital demi memperkuat ekosistem industri kriya nasional secara menyeluruh.

INACRAFT 2026 diproyeksikan akan diikuti oleh sekitar 900 peserta yang terdiri dari komposisi pelaku usaha UMKM dari berbagai daerah, perwakilan pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai mitra pendukung kemajuan industri kriya.

Pameran ini sekaligus berfungsi sebagai ruang temu strategis yang mempertemukan langsung para pelaku usaha dengan para pembeli (buyer), distributor, mitra jaringan bisnis, komunitas, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya. Pertemuan bisnis ini diharapkan tidak sekadar berhenti pada transaksi jual beli sesaat saja, melainkan mampu berkembang lebih jauh menjadi jalinan kerja sama berkelanjutan, perluasan jaringan distribusi, serta penciptaan akses pasar yang baru.

Terkini

Jaga Kebugaran, PSIM Bertahan di Surabaya Tatap Madura United

Selasa, 15 September 2026 | 21:27:01 WIB

Fokus Jaga Kondisi, Timnas Esports Kurangi Porsi Latihan

Selasa, 15 September 2026 | 21:24:01 WIB

Wamenpora Harap PB ESI di Bawah Herindra Makin Kuat

Selasa, 15 September 2026 | 21:14:02 WIB

Toyota Catat Kenaikan Penjualan Hybrid 80% di Tengah Isu BBM

Selasa, 15 September 2026 | 21:11:02 WIB