Helikopter Dauphin Diterjunkan Cari 5 Wartawan di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 20:31:02 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad. (Foto: NET)

JAKARTA — Basarnas mengerahkan helikopter guna melakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang kontak ketika menuju Gunung Anak Krakatau. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, menyampaikan helikopter yang diturunkan yakni Dauphin AS365 N3+ bernomor registrasi HR-3604.

"Dalam rangka mendukung Operasi SAR terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian akibat speedboat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Helikopter Dauphin AS365 N3+," kata Amrad dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Helikopter tersebut diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 12.36 WIB dengan rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran–Pantai Carita–BPBD Banten–helipad/JIExpo Kemayoran. 

Amrad menyatakan pengerahan helikopter ini merupakan upaya penguatan pencarian lewat dukungan udara di perairan Selat Sunda serta Gunung Anak Krakatau.

"Khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.

Selanjutnya, helikopter itu membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, serta Prada Brillian Muammar.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Hengki menerangkan pencarian lewat jalur udara belum dilaksanakan karena mempertimbangkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kami bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan," ujar Hengki pada Rabu (9/9/2026).

Sekadar informasi, total ada delapan orang, termasuk kru kapal, yang dinyatakan hilang kontak dalam insiden ini. Perinciannya, Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK, serta Heriyanto (49) selaku pemandu. 

Berikutnya, lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak meliputi wartawan Antara, M. Bagus Khoirunnas; wartawan Merdeka.com, Arie Basuki; wartawan iNews, Yudistiro Pranoto; wartawan Anadolu, Firdaus Wajidi; dan wartawan freelance, Donal Husni.

Terkini