JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memastikan terus menjaga nilai bagi para pemegang saham di tengah langkah ekspansi bisnis yang agresif. Perusahaan menilai bahwa penguatan fundamental serta kecukupan modal merupakan kunci utama demi mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyebutkan bahwa kebijakan terkait imbal hasil kepada pemegang saham, termasuk rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio, bakal senantiasa memperhatikan sejumlah aspek penting.
Mulai dari kinerja keuangan, situasi permodalan, kebutuhan ekspansi bisnis, hingga kondisi perekonomian secara keseluruhan.
“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif,” ujar Achmad, Selasa (8/11/2026).
Memasuki kuartal II/2026, BRI berhasil membukukan performa positif melalui perolehan laba bersih konsolidasian senilai Rp31,2 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 17,5% secara tahunan.
Capaian positif tersebut didorong oleh ekspansi penyaluran kredit yang menembus angka 16,2% yoy, serta perbaikan kualitas aset yang ditandai oleh penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dari 3% menjadi 2,9%.
Dari segi permodalan, BRI tetap menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 21,5%, yang posisinya berada di atas target jangka panjang perusahaan yakni minimal 20%. Situasi ini memberikan keleluasaan bagi BRI untuk meneruskan ekspansi bisnis sekaligus merawat ketahanan modal internal.
Achmad menambahkan bahwa penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak sekadar dinilai melalui besaran dividen ataupun capital gain semata.
Aspek lain yang tidak kalah penting mencakup kemampuan perusahaan dalam menaikkan laba, memperkokoh fundamental, merawat kualitas aset, serta mewujudkan pertumbuhan yang berkesinambungan.
“Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” kata Achmad.
Ke depannya, BRI akan terus merawat keseimbangan antara ekspansi bisnis, tingkat profitabilitas, kualitas aset, dan kecukupan modal. Manajemen memandang strategi tersebut sangat esensial agar roda pertumbuhan bisnis tetap berputar optimal tanpa harus mengorbankan kapasitas permodalan yang dimiliki.