Lewat Laut, Polri Tembus Daerah Terisolasi Dampak Gempa NTT

Selasa, 08 September 2026 | 17:45:02 WIB
Penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Personel Polairud Polda NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Tim gabungan Polri mendistribusikan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana gempa bumi di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang merupakan area terisolasi lewat jalur perairan.

Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung dari Manggarai Barat, Selasa menyampaikan bahwa jalur perairan diambil lantaran akses jalan darat menuju Pasir Panjang amat terbatas dan mustahil dilewati kendaraan.

“Pergeseran bantuan kami fokuskan ke wilayah pesisir Pasir Panjang, Desa Pontianak. Mengingat akses darat menuju lokasi sangat terbatas dan tidak bisa dilalui kendaraan, kami memanfaatkan armada perairan Polri agar bantuan kebutuhan dasar masyarakat dapat tiba secara cepat, aman, dan tepat sasaran," katanya.

Ia mengutarakan setidaknya ada 23 personel gabungan dari Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, dan Korpolairud Baharkam Mabes Polri yang diterjunkan dalam operasi kemanusiaan ini.

Ia menerangkan, rombongan bertolak dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo menggunakan Kapal Patroli (KP) Padar 3018 milik Ditpolairud Polda NTT dengan pengawalan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03.

Usai melintasi perairan selama kurang lebih dua jam, kapal tiba di perairan Pasir Panjang. Kendati demikian, minimnya fasilitas dermaga mengakibatkan logistik bantuan tidak bisa diturunkan secara langsung dari kapal patroli.

Para petugas lantas memindahkan muatan bantuan ke perahu milik nelayan lokal dan armada RIB di tengah laut sebelum akhirnya diangkut ke tepi pantai.

“Mengingat terbatasnya infrastruktur pelabuhan untuk penambatan kapal besar, pemindahan bantuan dari kapal patroli ke perahu nelayan setempat terpaksa kami lakukan langsung di tengah laut. Kerja sama dengan nelayan lokal sangat membantu kelancaran evakuasi logistik ini,” kata Leonardo.

Pasokan bantuan yang diserahkan meliputi 60 karung beras SPHP, 20 dus mi instan, lima dus biskuit Roma Malkist, satu bal selimut, satu bal handuk, serta 10 dus tisu kering Jolly.

Tak hanya itu, pihak kepolisian menyerahkan 210 potong pakaian anak laki-laki, 130 potong daster dan busana wanita, serta 100 lembar sarung dewasa.

Logistik tersebut diberikan secara simbolis kepada perwakilan tokoh masyarakat sebelum dibagikan kepada tiap kepala keluarga yang terdampak bencana gempa di kawasan tersebut.

“Kendati bantuan ini masih terbatas, kami berharap dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa bumi,” ujar Leonardo.

Terkini

Pemprov Jateng Minta Intervensi Pasar Meski Stok Beras Surplus

Selasa, 08 September 2026 | 19:45:03 WIB

Pasca-Abu Krakatau, Lima Bandara Resmi Kembali Beroperasi

Selasa, 08 September 2026 | 19:40:32 WIB

Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung untuk Peternak Mikro

Selasa, 08 September 2026 | 19:35:32 WIB

Kemen-UMKM Siapkan Rp350,2 Miliar untuk Pemulihan UMKM Aceh

Selasa, 08 September 2026 | 19:29:02 WIB

Kemenekraf Minta AI Digunakan dengan Pendekatan Human-Centric

Selasa, 08 September 2026 | 19:22:31 WIB