Kemenhub Dorong Peralihan Moda Transportasi Akibat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 21:48:32 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi alternatif melalui kereta api, angkutan darat, hingga kapal laut guna mengantisipasi potensi gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah terus mengantisipasi kemungkinan terganggunya sektor transportasi udara dengan memanfaatkan sarana transportasi lain yang belum terdampak erupsi.

“Moda transportasi yang memungkinkan adalah moda transportasi kereta api, khususnya yang di pulau Jawa, kemudian juga moda transportasi darat baik bus, dan sejauh ini moda transportasi laut masih tidak terdampak,” kata Dudy dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, pengalihan moda transportasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang apabila pengiriman lewat jalur udara terhalang. Pemerintah menganjurkan para pelaku usaha agar menggunakan jalur laut, kereta api, maupun angkutan darat sebagai solusi pengganti.

“Apabila pengiriman-pengiriman yang dilakukan melalui moda transportasi udara tidak memungkinkan, maka kami mendorong masyarakat atau para pelaku usaha untuk menggunakan moda transportasi laut, kapal laut, begitu juga dengan kereta dan angkutan darat,” ujarnya.

Dudy menambahkan bahwa pemerintah secara konsisten bersiap menghadapi segala gangguan pada moda tertentu dengan menyediakan opsi perjalanan lainnya. Selain menyiapkan moda alternatif, Kemenhub memastikan bahwa layanan penyeberangan di Selat Sunda tetap berjalan normal.

Walau demikian, ia meminta otoritas pelabuhan serta operator penyeberangan agar senantiasa waspada terhadap dinamika cuaca, memperbarui informasi secara berkala, serta menghentikan operasional apabila situasi membahayakan. Lintasan Merak—Bakauheni dilaporkan belum terpapar abu vulkanik.

Kendati demikian, pemerintah belum menambah jumlah armada kapal guna mengantisipasi perpindahan penumpang lantaran jumlah pelintas di jalur tersebut justru menyusut. Banyak masyarakat memilih membatalkan perjalanan pascaletusan Gunung Anak Krakatau.

Lebih lanjut, Dudi menegaskan bahwa pemerintah memantau secara intensif perkembangan erupsi beserta dampaknya terhadap sektor transportasi. 

Apabila gangguan penerbangan berlangsung dalam waktu lama, pemerintah siap mengoptimalkan moda alternatif dengan tetap memprioritaskan faktor keselamatan dan tidak memaksakan keadaan jika tidak memungkinkan.

Sementara itu, Badan Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III atau Siaga. Sebaran abu vulkanik terdeteksi mengarah ke wilayah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengungkapkan bahwa sebaran abu tersebut terpantau lewat kombinasi data pemantauan erupsi, VONA, Magma Indonesia, VAAC Darwin, serta citra satelit Himawari-9 BMKG.

“Abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ujar Lana.

Lana mengimbau masyarakat di kawasan terdampak agar terus mengikuti arahan resmi pemerintah serta meningkatkan kewaspadaan mengingat arah sebaran abu sangat bergantung pada pergerakan angin. Warga juga disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menekan risiko paparan abu vulkanik.

Badan Geologi memastikan aktivitas erupsi terus diawasi secara langsung guna mengevaluasi energi letusan dan potensi perluasan wilayah bahaya.

“Sampai kapan perkiraan potensi erupsi akan berlangsung? Ini tentunya kami terus akan melakukan evaluasi secara real time, up-to-date 24 jam, jadi belum ada status ini dikategorikan naik, tapi masih pada status 3,” ucapnya.

Masyarakat, wisatawan, serta pendaki dilarang keras mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas demi menghindari potensi bahaya yang berpusat di sekitar tubuh gunung, yang sewaktu-waktu dapat diperluas jika terjadi peningkatan energi erupsi.

Terkini

Abu Anak Krakatau Selimuti Jakarta, MRT Tetap Normal

Minggu, 06 September 2026 | 23:44:31 WIB

AS Roma dan Inter Milan Bersaing Ketat di Papan Atas Serie A

Minggu, 06 September 2026 | 23:38:01 WIB

Man City Menang Tipis 1-0 atas Coventry, Maresca Tetap Puas

Minggu, 06 September 2026 | 23:33:02 WIB