Deretan Kuliner Kambing Indonesia yang Masuk Daftar TasteAtlas

Minggu, 06 September 2026 | 20:52:01 WIB
Ilustrasi krengsengan daging [FOTO: NET].

JAKARTA - Negara Indonesia kaya akan ragam sajian kuliner lezat yang menggunakan bahan dasar daging kambing. Mulai dari varian menu sate yang dibakar langsung di atas barisan bara api menyala, hidangan berkuah kaya rempah, hingga pelbagai jenis olahan kambing yang menonjolkan perpaduan cita rasa manis serta gurih.

Berkat kekayaan keanekaragaman kuliner tersebut, ragam hidangan kambing khas nusantara kini semakin dikenal luas.

Bahkan, lembaga panduan kuliner global TasteAtlas secara resmi memasukkan sebanyak enam kreasi hidangan berbahan dasar daging kambing asal Indonesia ke dalam daftar rekomendasi unggulannya.

Di dalam daftar pembaruan rilis data per Sabtu (15/8/2026), menu sate kambing sukses menduduki peringkat posisi teratas dengan raihan skor penilaian sebesar 4,5 dari skala maksimum 5.

Menyusul di urutan berikutnya secara berturut-turut adalah menu tongseng, gulai kambing, tengkleng, krengsengan, serta sajian khas sate klatak.

Berikut rincian keenam kuliner daging kambing Indonesia yang masuk dalam daftar rekomendasi TasteAtlas:

Sate Kambing Sate kambing menempati posisi sebagai hidangan daging kambing asal Indonesia dengan perolehan peringkat tertinggi di platform TasteAtlas, dengan mengantongi skor penilaian 4,5. Kuliner ini diracik dari potongan daging kambing yang ditusuk menggunakan tusuk bambu, kemudian dipanggang di atas bara api. 

Sebelum melalui proses pemanggangan, daging biasanya dibumbui atau dimarinasi terlebih dahulu memakai aneka bahan seperti kecap manis, lengkuas, bawang merah, serta cabai. Beberapa resep kreasi juga kerap memanfaatkan tambahan sari buah nanas guna membantu melunakkan tekstur serat daging agar menjadi lebih empuk. 

Selepas matang, sate kambing lazimnya disajikan berdampingan dengan kecap manis, sambal pedas, atau saus kacang gurih. Irisan segar bawang merah dan cabai rawit turut menjadi pelengkap setia. Berdasarkan catatan TasteAtlas, sate kambing memegang tingkat kepopuleran yang sangat tinggi di Pulau Jawa dan biasanya dinikmati bersama suguhan nasi putih atau lontong.

Tongseng Menempati urutan posisi kedua, hidangan tongseng berhasil mengoleksi perolehan skor sebesar 4,0. Menu kuliner ini memiliki ikatan identitas yang sangat kuat dengan tradisi kuliner masyarakat Jawa, terkhusus di kawasan wilayah Jawa Tengah serta Surakarta. Tongseng merupakan olahan potongan daging kambing yang dimasak bersama racikan kuah berlimpah bumbu. 

Karakteristik cita rasanya cenderung menonjolkan kombinasi rasa manis, gurih, pedas, serta kaya akan jejak rempah. Salah satu ciri penanda khas tongseng terletak pada penggunaan kecap manis, irisan sayur kol, buah tomat, serta cairan santan. Potongan daging kambing dapat dimasak bersama bagian tulang maupun jeroan guna memunculkan profil rasa kaldu yang jauh lebih pekat dan kuat. Proses pengolahan secara tradisional umumnya masih mengandalkan penggunaan tungku arang. 

Metode memasak semacam ini mampu menyumbangkan aroma sedap serta cita rasa khas berasap (smoky) yang menjadi salah satu daya tarik utama tongseng. TasteAtlas menyebutkan bahwa tongseng seringkali dipandang sebagai wujud perpaduan karakter rasa antara sate dan gulai. Kuliner lezat ini pun telah lama populer di pelbagai wilayah perkotaan di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.

Gulai Kambing Posisi ketiga ditempati oleh gulai kambing yang meraih skor penilaian sebesar 3,7. Sajian kuliner ini dikenal luas lewat karakteristik kuahnya yang kaya rempah, bertekstur kental gurih, serta memancarkan aroma harum yang kuat. Gulai kambing mempunyai akar tradisi kuat dari kebudayaan Minangkabau di Sumatera Barat, sekalipun saat ini hidangan tersebut sudah sangat mudah dijumpai di berbagai penjuru daerah di Indonesia. 

Potongan daging kambing dimasak secara perlahan dalam rendaman kuah santan bersama aneka rempah pilihan, seperti kunyit, ketumbar, jintan, lengkuas, batang serai, jahe, kayu manis, hingga cengkih. Rangkaian proses memasak tersebut menghasilkan kuah berwara kuning keemasan dengan profil rasa gurih, creamy, serta kompleks. Kehadiran unsur santan turut berperan menyeimbangkan aroma prengus khas daging kambing. 

Gulai kambing biasanya dihidangkan selagi hangat bersama sepiring nasi putih. Sentuhan pelengkap berupa sambal, acar segar, atau taburan bawang goreng kerap ditambahkan untuk memperkaya kenikmatan. Menu ini juga sering kali hadir meramaikan pelbagai acara keluarga, perayaan hari besar, hingga jamuan tradisi budaya.

Tengkleng Berikutnya terdapat tengkleng, yakni kuliner warisan khas daerah Surakarta yang sukses meraup skor 3,5 dari TasteAtlas. Berbeda dari sajian sate atau gulai yang porsinya lebih banyak mendominasi bagian potongan daging, tengkleng justru amat identik dengan pemanfaatan bagian tulang kambing yang masih menyisakan sedikit daging menempel di permukaannya. 

Berdasarkan catatan sejarah versi TasteAtlas, hidangan ini memiliki latar belakang kisah yang berkaitan erat dengan era masa pemerintahan kolonial Belanda. Pada masa lampau, bagian irisan daging kambing kualitas terbaik lebih banyak dialokasikan untuk kalangan masyarakat kelas atas, sementara bagian tulang yang masih menyisakan sisa daging diolah secara kreatif oleh masyarakat lainnya. 

Tulang-tulang kambing tersebut kemudian dimasak di dalam rendaman kuah berbumbu rempah yang dapat memuat santan, kunyit, lengkuas, serai, jintan, ketumbar, bawang putih, serta bawang merah. Sejumlah variasi penyajian tengkleng bahkan turut memasukkan komponen jeroan kambing. Hidangan ini umumnya disajikan dalam mangkuk saji atau dibungkus rapi menggunakan lembaran daun pisang.

Krengsengan Krengsengan berada di peringkat posisi kelima dengan perolehan skor sebesar 3,3. Kuliner khas yang sangat identik dengan kota Surabaya ini terkenal memiliki profil rasa manis, gurih, serta kaya akan sentuhan rempah. 

Olahan krengsengan kambing biasanya dimasak dengan membenamkan kecap manis hingga sukses memunculkan wujud kuah atau saus bersaput warna gelap pekat. Komposisi racikan bumbu dasarnya tersusun atas bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kemiri, serta sesekali ditambahkan sedikit kunyit. Selepas bumbu halus selesai ditumis matang, potongan daging kambing dimasukkan dan dimasak hingga empuk bersama guyuran kecap manis. 

Guna menciptakan keseimbangan rasa yang pas, sejumlah variasi krengsengan turut menyertakan tambahan cabai, asam jawa, ataupun sedikit larutan cuka. Hidangan ini lazimnya disantap bersama nasi putih hangat dan dipermanis lewat taburan bawang goreng di atasnya. Kesederhanaan racikan bumbunya justru membuat kelezatan kecap dan rempah tampil jauh lebih dominan.

Sate Klatak Menempati urutan keenam ada sate klatak, varian kuliner sate unik khas dari kawasan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Sate klatak memiliki keunikan mendasar yang membuatnya tampil berbeda dibanding sajian sate kambing pada umumnya. Apabila sate pada lazimnya mengandalkan tusuk bambu serta dimarinasi dengan aneka bumbu rempah yang kompleks, sate klatak justru menggunakan jeruji atau tusukan berbahan besi. 

Potongan daging kambing, terkhusus memakai daging kambing muda, diiris dalam ukuran yang cukup besar lalu dibumbui secara sangat sederhana hanya menggunakan garam dapur dan sedikit bawang putih. Potongan daging tersebut lantas dibakar di atas bara api panas memakai tusuk sate besi. 

Material besi terbukti membantu menghantarkan panas secara optimal sehingga bagian daging dapat matang merata. Penamaan unik "klatak" diyakini berasal dari kemunculan bunyi letupan kecil saat daging dibakar di atas bara. Mengingat bumbu perendamnya terbilang sangat minimalis, kualitas bahan daging serta teknik pembakaran memegang peranan krusial dalam menentukan kelezatan akhir sate klatak. 

Menu ini biasanya disajikan bersama mangkuk kuah gulai terpisah. Kuah tersebut dapat dinikmati langsung menyerupai sup ataupun difungsikan sebagai pendamping santapan sate dan nasi.

Terkini