Tambah Armada IoT dan PLTS, Samudera (SMDR) Perkuat Bisnis Logistik

Minggu, 06 September 2026 | 20:40:32 WIB
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) [FOTO: NET].

JAKARTA - Korporasi PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) konsisten menggenjot upaya penguatan lini bisnis logistik dengan cara memperluas kapasitas sektor transportasi darat sekaligus menghadirkan pemanfaatan teknologi mutakhir guna mendongkrak tingkat efisiensi rantai pasok. 

Perusahaan ini menambah ratusan kendaraan operasional baru yang dilengkapi teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).

Manajemen dalam rilis pada Jumat (4/6/2026) menjelaskan, kehadiran armada baru tersebut memungkinkan Samudera Indonesia melakukan pelacakan kendaraan secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan, transparansi, sekaligus keandalan dalam proses pengiriman barang.

Berbekal tambahan kapasitas daya angkut tersebut, pihak Samudera Indonesia kian leluasa dalam memperkokoh jaringan konektivitas logistik di berbagai wilayah nusantara.

Langkah ekspansi armada ini sekaligus menjelma sebagai bagian integral dari ikhtiar perseroan untuk menaikkan tingkat efisiensi rantai pasok, terkhusus di tengah dinamika kebutuhan layanan logistik yang menuntut kecepatan serta integrasi yang semakin tinggi.

Tidak sekadar memperkuat sisi transportasi, Samudera juga mulai mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dalam operasionalnya.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut dieksekusi melalui instalasi penerapan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di fasilitas pergudangan milik perseroan yang bertempat di kawasan industri Cikarang.

Infrastruktur PLTS tersebut terpantau telah beroperasi secara penuh semenjak memasuki pertengahan tahun 2026 ini.

Proyek energi surya ramah lingkungan itu mencakup instalasi sebanyak 1.216 panel surya dengan besaran total kapasitas terpasang yang berhasil dicapai menyentuh angka 753,92 kilowatt peak (kWp).

Besaran pasokan energi listrik yang dihasilkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan suplai daya listrik sekitar 25% hingga 30% dari keseluruhan kebutuhan operasional gudang tersebut.

Pemanfaatan PLTS ini turut memberikan andil kontribusi nyata terhadap upaya reduksi emisi.

Samudera memperkirakan fasilitas pergudangan tersebut sanggup menekan angka pelepasan emisi karbon hingga kisaran 819 ton CO2 per tahunnya.

Selain sukses meredam beban emisi, pemanfaatan sumber energi surya alternatif ini turut membantu memangkas tingkat ketergantungan fasilitas pergudangan terhadap pasokan sumber energi konvensional.

Inisiatif strategis ini secara simultan diorientasikan guna mendongkrak efisiensi operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Perpaduan sinergis antara penambahan armada operasional berbasis IoT serta optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan ini merefleksikan keseriusan langkah Samudera dalam merintis pengembangan layanan logistik yang tidak sekadar bertumpu pada ekspansi kapasitas semata, melainkan turut mengintegrasikan aspek penguasaan teknologi serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

Melalui beragam ragam inisiatif progresif tersebut, Samudera kian mempertegas langkah strategisnya menuju terwujudnya ekosistem layanan logistik rendah karbon, sekaligus memacu penerapan tata kelola manajemen rantai pasok yang jauh lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Menilik dari pergerakan pasar modal, catatan harga saham SMDR sempat mengalami koreksi tipis sebesar 0,57% hingga bertengger di level Rp 346 per saham pada perdagangan hari Jumat (4/9/2026). Kendati demikian, dalam akumulasi rentang pergerakan waktu lima hari perdagangan terakhir, kinerja saham SMDR tercatat masih menorehkan tren positif dengan kenaikan sebesar 10,9%.

Terkini