Target Lifting Minyak 612.500 Barel 2027 Dinilai Realistis

Jumat, 04 September 2026 | 04:53:02 WIB
Target pengadaan lifting minyak nasional sejumlah 612.500 barel harian pada 2027 dipandang rasional tercapai. (Foto: NET)

JAKARTA — Target pengadaan lifting minyak nasional sejumlah 612.500 barel harian pada 2027 dipandang rasional tercapai. Para akademisi serta pihak legislatif menyampaikan bahwa optimalisasi sumur migas masyarakat, lapangan migas berusia lanjut, serta pengaplikasian teknik EOR menjadi fondasi utama.

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Bonar Tua Halomoan Marbun, menyatakan bahwa sasaran tersebut masuk akal asalkan peningkatan volume dijalankan sesuai kaidah industri. 

“Kalau ditanyakan apakah target peningkatan lifting menjadi sekitar 612 ribu barel minyak per hari itu masuk akal, jawabannya iya, make sense,” ucap Bonar melalui rilis resminya pada Jumat (4/9/2026).

Pemerintah mengajukan target lifting minyak untuk tahun 2027 di angka 612.500 bph. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari proyeksi 2026 yang sebesar 610.000 bph. Sebaliknya, target lifting gas pada 2027 ditentukan sebanyak 954.000 boepd, mengalami penurunan dari 984.000 boepd pada tahun 2026.

Sumur Masyarakat Diproyeksi Sumbang 30.000 Barel

Salah satu pilar pendukung lonjakan produksi bersumber dari penataan sumur minyak warga. Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Patijaya, memprediksi hasil dari lini ini sanggup mencapai 30.000 bph pada 2027 apabila program yang mulai berjalan tahun 2026 dimaksimalkan. 

Saat ini, produksi dari sumur warga yang aktif baru berada di kisaran 2.000 bph.

Bonar berpandangan bahwa andil tersebut tergolong kecil apabila dikomparasikan dengan total nasional, namun eskalasinya tetap bernilai positif. “Kalau ditanyakan apakah program ini baik, tentu saja baik dalam pemahaman yang positif secara umum,” tutur Bonar.

Bambang turut menegaskan bahwa pemerintah menjadikan pemberdayaan sumur warga sebagai taktik percepatan. 

"Intinya pemerintah punya program untuk akselerasi lifting ini antara lain pemberdayaan sumur masyarakat. Nah sumur masyarakat di 2026 ini sudah di on kan. Dari perkembangan yang ada dan perencanaan yang ada untuk sumur masyarakat ini bisa optimal di 2027, itu diperkirakan bisa meningkat mungkin bisa 30.000 barel," ujar figur tersebut.

Lapangan Tua Beserta Teknologi Jadi Penentu

Di samping sumur rakyat, Bonar memantau adanya potensi besar yang tersimpan pada lapangan-lapangan tua atau brownfield

Berkurangnya cadangan di titik migas nasional, menurut pandangannya, merupakan hal lumrah dalam ranah global dan tidak mengindikasikan potensi yang telah habis. Titik migas lama masih sanggup dimaksimalkan lewat pemanfaatan teknologi, manajemen tata kelola, serta praktik produksi yang tepat.

Pendekatan tersebut selaras dengan dorongan pemerintah serta DPR guna memperluas penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), perbaikan sumur lama, serta menuntaskan hambatan operasional pada area kerja migas. 

Bambang mengutarakan bahwa penyelesaian kendala operasional, termasuk pada Pertamina Hulu Rokan, telah berjalan sesuai rancangan. 

"Kemudian beberapa kendala-kendala yang terjadi misalkan di PHR terkait dengan persoalan gas dan sebagainya itu sudah teratasi, sehingga di 2027 ini akan optimasi," terangnya.

Beliau menambahkan bahwa kontraktor kontrak kerja sama turut mengawali perluasan pemanfaatan teknologi mutakhir. 

"Kemudian ditambah lagi beberapa kebaruan-kebaruan di dalam teknologi, EOR, work over itu sekarang ini ditingkatkan untuk pelaksanaannya. Jadi mudah-humahan ini dapat relate untuk meningkatkan lifting kami di tahun 2027," pungkas politisi tersebut.

Terkini

Dilepas Madrid Lewat Telepon, Ceballos Tantang Mantan

Jumat, 04 September 2026 | 06:20:02 WIB

Skenario Lolos Timnas U20 ke Piala Asia 2027

Jumat, 04 September 2026 | 06:18:31 WIB

Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:17:01 WIB

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:14:02 WIB