Prabowo dan Putin Bahas Investasi Pupuk hingga Perkapalan

Jumat, 04 September 2026 | 03:43:31 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada Kamis (3/9) lalu mengkaji berbagai potensi penanaman modal, mulai dari sektor pupuk, energi, sumber daya mineral, hingga industri perkapalan.

Rosan mengungkapkan bahwa wujud nyata dari penguatan relasi bilateral ini mencakup penjajakan rencana ekspansi Pupuk Indonesia untuk mendirikan fasilitas produksi pupuk urea di Vladivostok.

"Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujar Rosan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, peningkatan performa serta efisiensi Pupuk Indonesia memberi kesempatan bagi korporasi tersebut untuk melebarkan sayap investasi ke kancah internasional. 

Kolaborasi bersama pihak Rusia ini diproyeksikan mampu mendongkrak stabilitas pasokan serta memperkokoh ekosistem industri di tanah air.

"Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kami dan juga ketahanan industri kami," katanya.

Di samping sektor pupuk, Rosan memaparkan adanya peluang kemitraan strategis di bidang maritim dan perkapalan. 

Dalam forum bilateral tersebut, Presiden Putin memaparkan penawaran unit kapal modern berteknologi tinggi dengan dimensi panjang melebihi 102 meter yang berfungsi optimal untuk mengolah hasil tangkapan ikan secara langsung di laut.

Menanggapi tawaran tersebut, Presiden Prabowo berencana memberangkatkan tim khusus guna mengkaji aspek teknis serta manfaat penggunaan armada kapal tersebut bagi kepentingan nasional Indonesia.

Lebih lanjut, Rosan menyoroti progres ratifikasi kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dan blok Eurasia yang diyakini kian meluaskan akses pasar ekspor serta investasi kedua belah pihak. 

Terlebih lagi, nilai transaksi dagang bilateral Indonesia dan Rusia tercatat mengalami lonjakan melampaui 12 persen pada tahun sebelumnya.

"Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menerangkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman riset bersama ini selaras dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia semakin aktif berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat penetrasi di pasar global.

Letak geografis Vladivostok yang berhadapan langsung dengan kawasan Pasifik dinilai sangat menguntungkan karena wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu destinasi pasar utama bagi produk-produk Pupuk Indonesia.

"Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ujar Rahmad.

Terkini