Bidik Rp100 Miliar, Jamkrida Jabar Persiapkan IPO Kuartal IV/2027

Jumat, 04 September 2026 | 22:52:02 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Tanpa banyak dipublikasikan, PT Jamkrida Jabar (Perseroda) sedang merancang langkah besar untuk melangkah ke lantai bursa. Perusahaan penjaminan milik Pemprov Jawa Barat tersebut menargetkan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV/2027.

Tidak tanggung-tanggung, Jamkrida Jabar mengincar penghimpunan dana dari pemodal sedikitnya Rp100 miliar lewat aksi korporasi tersebut. Rencana itu diunggah oleh Direktur Utama PT Jamkrida Jabar Bobby Cahyadi pada akun media sosial miliknya, Kamis (3/9/2026). Dalam pemaparannya, agenda tersebut mulai dimatangkan lewat diskusi bersama jajaran Bursa Efek Indonesia, termasuk Direktur Listing BEI.

"Jika terealisasi, Jamkrida Jabar berpotensi menjadi perusahaan penjaminan pertama di Indonesia yang melantai di bursa melalui skema IPO," tulis Boby.

Rencana melantai di bursa tersebut dinilainya bukan cuma upaya menggaet dana segar. Jamkrida Jabar memposisikannya sebagai langkah strategis untuk memperkokoh ekuitas serta memperbesar kapasitas perseroan dalam menjalankan fungsi penjaminan kredit di wilayah Jawa Barat.

"Tambahan modal tersebut nantinya akan diarahkan untuk memperbesar kapasitas penjaminan surety bond dan kontra bank garansi," katanya.

Dengan demikian, Jamkrida Jabar sanggup menyalurkan dukungan yang lebih luas bagi para pelaku usaha yang memerlukan jaminan dalam pengerjaan proyek.

"Dana hasil IPO juga diproyeksikan memperluas penjaminan project financing untuk proyek-proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN," tuturnya.

Bukan sebatas pada proyek-proyek berskala besar, penguatan permodalan juga ditujukan guna memperluas akses pembiayaan bagi UMKM lewat skema penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penambahan kapasitas penjaminan kredit multiguna untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah kabupaten/kota turut menjadi salah satu target penguatan.

Melalui tambahan ekuitas tersebut, Jamkrida Jabar berharap kapasitas penjaminannya dapat tumbuh lebih tinggi dan pada akhirnya memperkuat perannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kendati demikian, proses menuju lantai bursa diakui Boby masih terbilang panjang. Jamkrida Jabar harus terlebih dahulu merumuskan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027-2031, mengantongi persetujuan pemegang saham dan DPRD, serta menunjuk underwriter beserta profesi penunjang pasar modal.

Hal itu menandakan bahwa rencana IPO tersebut masih berupa proses yang wajib melalui tahapan berjenjang sebelum benar-benar terealisasi. Walau begitu, agenda melantai ditargetkan sanggup terlaksana pada kuartal IV/2027 dengan perolehan dana minimal Rp100 miliar.

Bila seluruh fase berjalan sesuai skenario, Jamkrida Jabar bukan hanya mengamankan sumber pembiayaan baru, melainkan juga mengawali babak baru sebagai entitas penjaminan yang menembus pasar modal.

"Semua perusahaan besar dahulu adalah perusahaan kecil. jangan menunggu besar untuk IPO, tapi besarlah karena melakukan IPO," katanya.

Kabiro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar Deny Hermawan yang dikonfirmasi Bisnis, Jumat (4/9/2026) menyampaikan bahwa rencana IPO Jamkrida Jabar masih dalam tahapan pembahasan internal.

"Dalam tahap penjajakan dan masih sangat dini," katanya.

Menurut Deny, Pemprov Jabar selaku pemegang saham mayoritas BUMD tersebut belum memperoleh update dari jajaran direksi.

"Dan belum masuk rencana bisnis," pungkasnya.

Terkini