Makna Senyum Putin Saat Prabowo Ungkap Filosofi Kerja Sama RI-Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 19:52:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyerukan penguatan kerja sama Indonesia-Rusia dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, berbagai kesepakatan ekonomi yang dibangun kedua negara pada akhirnya harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato kunci sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Mengawali bagian akhir pidatonya, Prabowo mengutip pepatah Rusia “Odin v pole ne voin”, yang berarti seseorang tidak dapat menjadi pejuang seorang diri di medan perang.

“Tidak ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” kata Prabowo.

Ia kemudian mengaitkan pepatah tersebut dengan nilai yang dikenal luas di Indonesia, yakni gotong royong.

“Beban apa pun yang berat akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama,” ujarnya disambut senum putin.

Menurut Prabowo, meskipun Indonesia dan Rusia memiliki bahasa dan latar belakang budaya yang berbeda, kedua bangsa memiliki kebijaksanaan yang sama mengenai pentingnya bekerja bersama.

“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita,” kata Presiden.

Kerja Sama Ekonomi Harus Dirasakan Rakyat

Prabowo menekankan bahwa berbagai agenda yang dibahas dalam forum ekonomi tersebut—mulai dari FTA, koridor transportasi, sistem pembayaran hingga proyek industri—bukan sekadar urusan teknis antarpemerintah. Seluruh agenda tersebut, kata dia, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Segala sesuatu yang kita diskusikan hari ini—pos-pos tarif yang tercakup dalam FTA, koridor transportasi, sistem pembayaran, proyek-proyek industri—ada untuk satu alasan,” ujar Prabowo.

Ia menggambarkan manfaat kerja sama itu melalui kehidupan seorang nelayan Indonesia dan pembuat kapal Rusia.

“agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia masing-masing dapat memandang anak-anak mereka dan percaya bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini,” katanya.

Prabowo juga menyinggung generasi muda yang menurutnya akan menilai para pemimpin bukan berdasarkan keberpihakan pada blok tertentu, melainkan berdasarkan apa yang berhasil dibangun untuk masa depan.

“Generasi muda kita tidak akan bertanya kita berada di blok mana; mereka akan bertanya apa yang telah kita bangun untuk masa depan mereka,” tegasnya.

Serukan Langkah Konkret

Di hadapan para peserta forum, Prabowo kemudian menyampaikan sejumlah agenda yang menurutnya perlu segera diwujudkan dalam hubungan Indonesia-Rusia.

“Mari kita membangun jalur pelayaran langsung,” katanya.

Ia juga menyerukan pembukaan penerbangan langsung antara kedua negara serta memastikan FTA Indonesia-EAEU dapat dimanfaatkan sejak mulai berlaku.

“Mari kita membuka penerbangan langsung. Mari kita membuat perjanjian perdagangan bebas kita bekerja sejak hari pertama,” ujar Prabowo.

Presiden bahkan mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara.

“Mari kita lipatgandakan perdagangan kita,” katanya.

Selain perdagangan, Prabowo mengajak Indonesia dan Rusia memperluas produksi bersama di sektor strategis, termasuk pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi.

“Mari kita bersama-sama memproduksi pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi,” ujarnya.

Prabowo juga kembali mengangkat peluang kolaborasi antara sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Menurutnya, kedua lembaga investasi tersebut dapat memainkan peran dalam membiayai proyek-proyek strategis yang disepakati Indonesia dan Rusia.

“Biarkan sovereign wealth fund kita, Danantara dan RDIF, bersama-sama membiayai proyek-proyek strategis,” kata Prabowo.

Presiden menekankan agar setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok tidak berhenti pada seremoni atau dokumen kerja sama.

“Dan mari kita memastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan yang menggambarkan visi Indonesia dalam menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi.

“Biarlah dikatakan tentang forum ini bahwa pada saat sebagian pihak lain sedang membangun tembok, kita membangun jembatan,” ujar Prabowo.

Ia berharap generasi saat ini dikenang sebagai generasi yang memilih kerja sama dan pembangunan di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Dan biarlah dikatakan tentang generasi kita bahwa di masa-masa sulit, kita memilih kerja sama dan pembangunan untuk kepentingan rakyat kita,” katanya.

Prabowo kemudian menegaskan prinsip yang menurutnya harus menjadi tujuan utama kerja sama tersebut.

“Kita memilih kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang,” ucapnya.

Menurut Prabowo, pilihan untuk memperkuat kerja sama dan pembangunan pada akhirnya juga menjadi kontribusi terhadap perdamaian dan kemakmuran jangka panjang.

“Dan dengan melakukan hal tersebut, kita membantu membangun perdamaian dan kemakmuran yang langgeng,” katanya.

Prabowo menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam bahasa Rusia, “Spasibo bolshoye”, sebelum menyampaikan salam lintas agama dan harapan agar perdamaian menyertai semua pihak.

“Semoga perdamaian menyertai kita semua," ucapnya.

Adapun senyum kedua Putin terjadi karena Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada Putin karena absen dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau Asean-Rusia ke-20 pada Juni lalu. Dia menyebut kunjungannya ke Vladivostok kali ini sebagai bentuk pemenuhan kewajiban.

"Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," kata Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Putin di Far Eastern Federal University, Kamis (3/9/2026).

Pernyataan itu disambut senyuman oleh Putin. Pertemuan tersebut merupakan kontak langsung kedua Prabowo-Putin di tahun 2026.

Prabowo menjelaskan ketidakhadirannya di KTT Asean-Rusia ke-20 pada 18 Juni 2026 disebabkan urusan domestik.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan," ujarnya.

Sebelum menyampaikan permohonan maaf, Prabowo lebih dulu mengucapkan selamat kepada Putin atas dua agenda besar Rusia.

"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026. Juga atas penyelenggaraan KTT peringatan Asean-Rusia ke-20 pada tanggal 18 Juni 2026," ujarnya.

Dalam pertemuan itu Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Rusia. Dia mengaku terhormat dapat kembali bertemu Putin dan mengunjungi Vladivostok.

"Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok," kata Prabowo.

Kehadiran Prabowo di Vladivostok dilakukan dalam kapasitas sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Forum tersebut menjadi platform utama Rusia menarik investasi dan memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara Asia-Pasifik.

Terkini