KIJA Garap Jababeka Bizpark untuk Kebutuhan Ruang Usaha Fleksibel

Kamis, 03 September 2026 | 01:04:32 WIB
kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Jababeka Tbk. (KIJA) lewat entitas anak usahanya, PT Graha Buana Cikarang, menyasar peluang lonjakan permintaan tempat usaha yang fleksibel melalui penggarapan Jababeka Bizpark.

Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini menyampaikan bahwa maraknya geliat industri dan ekspansi bisnis di kawasan Cikarang ikut memicu kebutuhan atas ruang usaha yang lebih adaptif. Kebutuhan ini tidak sekadar datang dari pebisnis pemula, melainkan juga dari entitas usaha yang sudah berjalan dan memerlukan area tambahan guna memperluas skala operasional.

Mencermati perkembangan tersebut, Jababeka merancang Jababeka Bizpark sebagai tempat usaha serbaguna yang sanggup disesuaikan dengan bermacam keperluan bisnis, mulai dari fasilitas pergudangan, area manufaktur, jalur distribusi, hingga operasional komersial.

"Ketika kebutuhan terhadap ruang usaha yang fleksibel semakin meningkat, pertumbuhan tidak hanya datang dari bisnis-bisnis baru, tetapi juga dari perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Jababeka dan terus melakukan ekspansi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Konstruksi fisik properti ini memiliki ceiling yang lapang sehingga area dalamnya mampu dimaksimalkan hingga tiga tingkat mengikuti kehendak konsumen. Fleksibilitas ini disajikan sebagai salah satu solusi terobosan dalam membalas variasi kebutuhan properti komersial di kawasan industri yang kian beragam.

Menurut Ivonne, ekspektasi terhadap properti bisnis saat ini tidak lagi sebatas ketersediaan fisik fisik bangunan semata, melainkan bagaimana properti tersebut sanggup menyokong perjalanan dan akselerasi pertumbuhan bisnis para konsumennya.

Pertimbangan penting lainnya dalam perancangan Bizpark ini adalah keterikatan ekosistem Kota Jababeka. Kawasan tersebut kini telah menampung lebih dari 2.000 korporasi dengan total populasi mencapai sekitar 1,2 juta jiwa. Kepadatan ekosistem ini didukung oleh empat gerbang tol serta kehadiran Cikarang Dry Port yang memperlancar jalur konektivitas dan pergerakan logistik.

Situasi tersebut menjadikan permintaan properti di kawasan industri makin bervariasi. Di luar tapak lahan pabrik, permintaan atas pergudangan, bangunan serbaguna, zona komersial, hingga sarana pendukung terus bertambah seiring tingginya aktivitas bisnis. Bagi para pemilik usaha, keterbangunan ekosistem ini turut membuka ruang lebar dalam merajut jaringan serta kolaborasi antarperusahaan di dalam kawasan.

“Pengembangan properti saat ini tidak cukup hanya berbicara mengenai bangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah produk dapat terhubung dengan ekosistem, konektivitas, dan peluang pertumbuhan di sekitarnya,” kata Ivonne.

Mengenai aspek komersial, unit Jababeka Bizpark dilepas mulai harga Rp1,65 miliar serta ditopang oleh opsi skema pembiayaan hasil kerja sama dengan sejumlah institusi perbankan.

Terkini

Pelni Angkut 34,8 Ton Bantuan Gempa NTT

Kamis, 03 September 2026 | 02:38:02 WIB