Pidato di EEF 2026, Prabowo Ajak Rusia Bekerja Sama dan Tingkatkan Perdagangan

Kamis, 03 September 2026 | 20:23:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dan Rusia sangat cocok untuk menjalin kerja sama. Hal tersebut lantaran kondisi perekonomian kedua negara tidak berada dalam posisi cermin—yang mempunyai jenis sumber daya yang serupa. Sebaliknya, kedua negara menyimpan kekayaan alam berbeda yang justru membuka ruang kolaborasi di berbagai sektor.

"Perekonomian Indonesia dan Rusia bukanlah gambaran cermin satu sama lain. Saya percaya justru karena itulah keduanya dapat cocok untuk bekerja sama," kata Prabowo saat berpidato sebagai Tamu Kehormatan Utama di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).

Kepala Negara kemudian memerinci komoditas maupun sumber daya yang dapat dikolaborasikan. Rusia, sebutnya, memiliki pasokan gandum hingga penguasaan ilmu pengetahuan yang bisa dibagikan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Di sisi lain, Indonesia menguasai komoditas minyak sawit hingga ketersediaan tenaga kerja muda.

"Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, teknik maju. Indonesia memiliki minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, dan tenaga kerja muda, serta pintu gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN," ucap Prabowo.

"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya," imbuhnya.

Prabowo menuturkan bahwa kondisi saling mengisi tersebut menciptakan fondasi perdagangan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Dampak positifnya pun sudah mulai berbuah manis. Sepanjang 2025, angka perdagangan bilateral kedua negara hampir menyentuh nilai 5 miliar dollar AS. 

Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 21,7 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Adapun realisasi pada 2024 sempat melonjak 33,7 persen ketimbang 2023.

Akan tetapi, Prabowo menekankan bahwa capaian angka tersebut bukanlah titik maksimal, melainkan baru tahap awal. Karena itu, ia mengajak pihak Rusia untuk mendongkrak nilai perdagangan hingga dua kali lipat pada siklus peninjauan perdana Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA).

"Peningkatan akan didorong oleh perekonomian yang saling melengkapi. Perkiraan mulai berlakunya perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU pada awal 2027," jelas Prabowo.

Terkini

Bandara & Pelabuhan Wanam Prioritas 2027

Kamis, 03 September 2026 | 21:36:31 WIB