JAKARTA — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy berkeinginan agar green job (pekerjaan hijau) bisa menjadi garda terdepan penciptaan lapangan pekerjaan ke depan.
“Mengapa saya ingin green job menjadi ujung tombak daripada lapangan kerja di kemudian hari? Kalau kami masih menggunakan kriteria lama dengan lapangan kerja yang tidak hijau, bumi akan makin panas,” ucapnya dalam acara Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan pandangannya, peningkatan temperatur bumi bakal menimbulkan rentetan dampak buruk terhadap alam. Mulai dari peristiwa kebakaran hutan, pencairan es di kutub utara dan selatan, kenaikan permukaan air laut, hingga tenggelamnya wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil.
Lantaran hal tersebut, Kepala Bappenas menegaskan bahwa inisiatif pekerjaan hijau tidak sekadar menciptakan peluang kerja anyar, tetapi turut berperan dalam menyelamatkan kelangsungan bumi.
Bappenas sendiri berencana mengambil langkah strategis berupa redefinisi green job agar selaras dengan kepentingan nasional serta global, seraya tetap mencermati kondisi riil lingkungan hidup di Indonesia.
“Green job tidak hanya melahirkan tenaga kerja baru, tapi tenaga kerja yang lebih ramah lingkungan dan tenaga kerja yang seharusnya mendapat reward yang lebih tinggi daripada yang didapat tenaga kerja yang lain,” ujarnya.
“Kalau green job tidak segera kami kembangkan, bukan hanya Indonesia yang susah, tapi dunia juga akan susah,” ungkap Menteri PPN.
Pada kesempatan serupa, Rachmat Pambudy turut melontarkan kritik terhadap Economic Complexity Index yang dinilai belum mengakomodasi aspek lingkungan serta green job, sehingga ke depan indeks tersebut diharapkan mampu memuat indikator baru terkait pekerjaan hijau di Indonesia.
“Jangan kami didikte negara lain, jangan kami terdikte klasifikasi organisasi lain, sehingga kami seolah-olah buruk,” kata dia.