334 Warga Agam Keracunan Usai MBG, Dapur SPPG Palupuh Dihentikan Sementara

Rabu, 02 September 2026 | 22:28:00 WIB

LIPUTANFINANSIAL.COM — Pemerintah Kabupaten Agam memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Affa Adicitta di Pasia Laweh, Palupuh, untuk sementara tidak beroperasi. Penghentian ini berlaku selama proses pemeriksaan penyebab dugaan keracunan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan BPOM berlangsung.

Sebaran Korban di Tiga Nagari

Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum, menyebut korban berasal dari tiga nagari, yaitu Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Ratusan orang yang terdampak itu terdiri dari 274 siswa SD dan 19 guru, serta 40 siswa SMPN 1 Palupuh dan dua guru.

Sebagian korban dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi untuk menjalani perawatan medis. Hingga kini, belum ada laporan mengenai pasien yang harus dirawat inap.

Gejala Muncul Keesokan Harinya

Waktu kejadian menjadi perhatian dalam penyelidikan ini. Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, Jonnedi, menuturkan para siswa mengonsumsi MBG pada Senin (31/8) tanpa kendala. Namun, Selasa (1/9) sekitar pukul 10.00 WIB, mereka mulai mengeluhkan demam, pusing, dan mual.

Di sekolah tersebut, jumlah siswa yang awalnya 21 orang bertambah menjadi 54 orang pada hari yang sama. "Kalau yang dirawat tidak ada, cuma berobat saja ke puskesmas. Kalau kemarin ada 21 siswa, hari ini menjadi 54 orang," ujarnya.

Proses Investigasi dan Sikap Pemda

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengonfirmasi dugaan keracunan ini. Pihaknya menduga makanan yang dihasilkan dapur MBG di Palupuh menjadi pemicunya. "Benar adanya terkait dugaan keracunan, kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," kata Iqbal kepada wartawan.

Dinas Kesehatan dan BPOM telah berkoordinasi untuk memastikan penyebab pastinya melalui investigasi. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru keluar dalam waktu satu minggu.

Terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkab Agam belum mengambil keputusan. "Kita menunggu hasil investigasi dari BPOM dan dinas terkait terlebih dahulu," tambah Iqbal, seraya meminta dapur SPPG tidak beroperasi hingga investigasi selesai.

Terkini