Penumpang ASDP Turun 6,81 Persen, Kinerja Transportasi Juli Beragam

Selasa, 01 September 2026 | 04:26:01 WIB
KMP Amarisa berlayar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kinerja sektor transportasi pada periode Juli 2026 terpantau bergerak bervariasi di setiap moda. Jumlah volume penumpang pada hampir keseluruhan moda tercatat mengalami peningkatan secara bulanan, sementara sektor angkutan barang secara kompak menunjukkan tren pertumbuhan secara bulanan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kenaikan jumlah penumpang dalam basis bulanan terjadi pada hampir seluruh moda transportasi, dengan pengecualian pada moda angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP).

“Secara bulanan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi kecuali pada ASDP yang turun 6,81%,” paparnya dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Sepanjang Juli 2026, moda ASDP tercatat melayani sebanyak 4,62 juta penumpang. Walaupun mengalami koreksi penurunan sebesar 6,81 persen secara bulanan, angka tersebut nyatanya masih menunjukkan pertumbuhan positif apabila dihitung secara tahunan.

Penyusutan jumlah penumpang secara bulanan tersebut utamanya terpusat di sejumlah titik pelabuhan utama. Tercatat jumlah penumpang di Pelabuhan Bakauheni merosot 16,39 persen, Ketapang turun 12,31 persen, Pelabuhan Merak terkoreksi 6,98 persen, serta Gilimanuk turun 6,22 persen. Di sisi lain, Pelabuhan Pototano justru membukukan kenaikan sebesar 4,25 persen.

Sementara itu pada sektor moda udara, jumlah penumpang domestik menyentuh angka 5,01 juta orang pada Juli 2026, yang berarti naik 6,91 persen secara bulanan. Kendati demikian, capaian tersebut masih mengalami penurunan sebesar 8,28 persen secara tahunan.

Di sisi lain, volume penumpang angkutan udara internasional tercatat berada di angka 1,78 juta orang. Jumlah ini mendulang peningkatan sebesar 6 persen secara bulanan, namun mengalami koreksi turun 2,67 persen jika dibandingkan dengan perolehan Juli 2025.

Meninjau kontribusi dari lima bandara utama, Bandara Soekarno-Hatta keluar sebagai penyumbang terbesar untuk jumlah penumpang udara domestik dengan total 1,4 juta orang pada Juli 2026. Sementara untuk segmen penerbangan internasional, bandara yang sama sukses mencatatkan sebanyak 743.200 penumpang.

Adapun angkutan laut domestik tercatat mengangkut sebanyak 3,19 juta penumpang pada Juli 2026, naik 8,21 persen secara bulanan serta tumbuh 8,26 persen secara tahunan.

Di pos pelayanan angkutan kereta api, moda ini sukses membukukan volume penumpang terbesar yakni mencapai 52,12 juta orang. Jumlah tersebut tercatat tumbuh 5,21 persen secara bulanan dan meningkat 4,03 persen secara tahunan.

Angkutan Barang Tumbuh Bergeser ke sektor angkutan logistik barang, seluruh moda transportasi turut mencatatkan pertumbuhan positif secara bulanan pada Juli 2026. Ateng menjelaskan bahwa pengiriman barang via udara domestik meningkat 8,02 persen secara bulanan, yang kemudian disusul oleh angkutan laut domestik sebesar 6,71 persen serta moda kereta api sebesar 1,46 persen.

Meskipun demikian, dalam basis perbandingan tahunan, pertumbuhan volume angkutan barang hanya terjadi pada moda laut domestik dan kereta api.

“Sedangkan moda angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 12,77% dibandingkan dengan Juli tahun 2025,” katanya.

Moda angkutan laut domestik memegang porsi pengangkutan volume barang terbesar sepanjang Juli 2026 dengan angka mencapai 46,01 juta ton. Pelabuhan Tanjung Priok bertindak sebagai kontributor terbesar dengan menyumbangkan volume kargo sebesar 1.621.900 ton.

Sementara itu, moda angkutan kereta api berhasil mendistribusikan 6,53 juta ton barang. Perolehan volume tersebut didominasi secara masif oleh jalur pengiriman wilayah Sumatra yang mencapai 5,318.900 ton.

Adapun untuk sektor angkutan udara domestik, volume kargo yang berhasil diterbangkan mencapai 0,05 juta ton pada Juli 2026, dengan Bandara Soekarno-Hatta menyumbangkan porsi sebesar 15.500 ton.

Terkini