Terlibat Judi Online, Mentan Amran Copot 13 Pejabat Eselon Kementan

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:53:25 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberhentikan secara permanen 13 pejabat eselon di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang diduga kuat terlibat aktivitas judi online (judol) karena dinilai menodai disiplin serta mencoreng nilai integritas aparatur sipil negara.

Amran mengutarakan bahwa langkah tegas ini ditetapkan seusai rapat pimpinan yang dilangsungkan sejak pukul 06.00 WIB dan disusul dengan pendalaman hasil pemeriksaan terhadap para pejabat terkait.

"Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya enggak usah sebut, pejabat saja. Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi 'online'. Kami copot semua 13 (pejabat eselon)," kata Mentan Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut penuturan Amran, tindakan pencopotan dieksekusi setelah Kementerian Pertanian mendapatkan aduan terkait indikasi keterlibatan sejumlah pejabat dalam aktivitas judi daring, yang lantas diverifikasi secara komprehensif sebelum diputuskan.

Ia menegaskan seluruh pejabat yang terbukti terlibat langsung diberhentikan secara permanen serta menginstruksikan Inspektorat Jenderal bersanding dengan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian untuk secepatnya menunjuk pengganti agar fungsi pelayanan publik tetap berjalan.

Amran membeberkan total pejabat yang diberhentikan berjumlah 13 orang dan seluruhnya menduduki posisi pejabat eselon yang telah melewati tahapan rekam jejak hingga bukti pendukung dinyatakan konkrit.

Ia menandaskan bahwasanya keterlibatan aparatur sipil negara pada pusaran judi daring sama sekali tidak memperoleh toleransi lantaran bertolak belakang dengan kaidah agama, norma etika pelayanan publik, hingga kewajiban sebagai pelayan masyarakat.

Amran memaparkan sebagai aparatur sipil negara, sepantasnya memberikan teladan bagi publik sehingga pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran tidak lagi layak dipertahankan pada posisinya walaupun sebelumnya telah diberikan pembinaan.

Menurut penjelasannya, sebagian dari pejabat tersebut sejatinya telah mendapatkan pembinaan beserta teguran atas pelanggaran sejenis, tetapi kembali mengulangi kekhilafannya sehingga sanksi pencopotan permanen menjadi opsi pemungkas.

Amran menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan wujud penegakan disiplin agar seluruh pegawai menyadari dampak pelanggaran sekaligus menjadi peringatan keras bagi aparatur di lingkup Kementerian Pertanian.

Menurut Amran, keputusan tajam tersebut justru menjadi bentuk kepedulian atas masa depan pegawai beserta sanak keluarganya karena tiap aparatur wajib dituntut menjadi individu yang bertanggung jawab.

"Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya dari pada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka. Ini saya harus pertanggungjawabkan," ucap Amran.

"Saya sebagai Bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," tambah Amran.

Mengenai indikasi tindak pidana korupsi, Amran menerangkan bahwasanya kebijakan pencopotan kali ini tidak tersangkut paut dengan perkara tersebut, melainkan murni terpicu aktivitas judi daring.

Ia mengemukakan hasil pengusutan memperlihatkan adanya pejabat yang mencatatkan nilai transaksi atau deposit judi daring mendekati angka Rp200 juta, sehingga memperkokoh landasan penetapan sanksi permanen.

Amran menjamin pemberhentian 13 pejabat ini tidak bakal mengganggu ritme kinerja Kementerian Pertanian sebab instansinya disokong sekitar 52 ribu pegawai dan seluruh kekosongan posisi langsung diisi oleh pejabat pengganti.

Terkini