Prabowo Tutup 290 BUMN Merugi, Negara Hemat Rp50 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24:32 WIB
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA — Kepala Negara menyebutkan bahwa pihak administrasi negara telah membubarkan 290 badan usaha milik negara serta berhasil memangkas anggaran sebesar Rp50 triliun dari pos operasional perusahaan yang berkinerja buruk.

"Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kami telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kami tutup 290 BUMN," ujar Prabowo saat memberikan pidato penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang bertempat di Jombang, Jawa Timur, Senin.

Berdasarkan keterangan Prabowo, langkah penutupan 290 perusahaan pelat merah itu berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp50 triliun. 

Prabowo menambahkan, pihak eksekutif berencana meneruskan program efisiensi serupa lewat penutupan setidaknya 700 korporasi negara lainnya menjelang penutupan tahun 2026.

"Jadi, nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200 sampai 250," ucapnya.

Kepala Negara menaruh harapan besar agar pemangkasan jumlah perusahaan milik negara ini mampu mendongkrak efektivitas sekaligus memangkas pengeluaran operasional rutin yang selama ini dibebankan kepada perusahaan.

"Berarti harapan saya kami bisa menghemat Ro100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menerangkan bahwa jajarannya turut melaksanakan efisiensi di berbagai sektor yang jika ditotal mampu mencapai angka hampir Rp300 triliun tiap tahunnya. 

Kepala Negara menegaskan bahwa alokasi dana dari penghematan tersebut bakal disalurkan sepenuhnya demi kesejahteraan publik lewat beragam program strategis.

"Uang inilah yang kami alihkan, yang kami gelontorkan sebesar-besarnya untuk rakyat," pungkas Prabowo.

Terkini