RI-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan & Energi Terbarukan

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:49:12 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. (Foto: NET)

JAKARTA — Indonesia bersama Selandia Baru mendiskusikan pemantapan kemitraan pada sektor ketahanan pangan serta energi hijau lewat gelaran Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru, pada hari Jumat (28/8).

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia,” ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono melalui siaran pers resmi Kemlu RI di Jakarta, Sabtu.

Menlu RI Sugiono beserta Menlu Selandia Baru Winston Peters turut mengkaji langkah nyata guna mengoptimalkan kemitraan pangan, mencakup kenaikan hasil pertanian serta pengembangan sektor peternakan sapi.

Kedua belah pihak juga memacu pengembangan kapasitas sektor energi ramah lingkungan, khususnya potensi panas bumi serta tenaga surya di tanah air.

Lebih lanjut, Indonesia dan Selandia Baru turut menyoroti upaya ekspansi hubungan dagang, termasuk penerapan sertifikasi halal demi mempermudah serta mendongkrak arus ekspor-impor produk halal antarnegara.

Pada sektor pendidikan, kedua negara sepakat untuk konsisten memperluas akses beasiswa bagi pelajar tanah air, khususnya guna menempuh studi pada bidang-bidang yang krusial bagi agenda pembangunan nasional.

Di samping itu, Indonesia dan Selandia Baru mempertegas dedikasi terhadap relasi bilateral yang berperan dalam menjaga stabilitas, perdamaian, serta kemakmuran kawasan Indo-Pasifik lewat sinergi di berbagai forum regional, seperti ASEAN serta Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga memberikan apresiasi atas terpilihnya Selandia Baru sebagai Ketua PIF pada tahun 2027 serta mendoakan agar masa kepemimpinan tersebut berjalan sukses.

Joint Ministerial Commission (JMC) sendiri berfungsi sebagai wadah dialog bilateral strategis guna mengevaluasi dinamika hubungan kedua negara serta mengeksplorasi peluang kemitraan lanjutan antara Indonesia dan Selandia Baru.

Agenda pertemuan tersebut turut dimanfaatkan guna memantau pelaksanaan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru kurun waktu 2025–2029, sekaligus mempersiapkan peringatan 70 tahun relasi diplomatik kedua negara yang bakal dirayakan pada 2028.

Terkini