Layanan Jemput Bola di Tengah Gempa Susulan
LIPUTANFINANSIAL.COM — Tim membawa perangkat perekaman dan pencetakan KTP-el, blangko, hingga internet Starlink untuk mengantisipasi gangguan jaringan komunikasi. Pelayanan tetap berjalan meski enam gempa susulan berkekuatan 3,8 hingga 5,2 magnitudo tercatat pada 24, 25, dan 27 Agustus.
"Bencana boleh mengganggu gedung dan sarana, tetapi jangan sampai mengganggu hak masyarakat atas dokumen kependudukan," ujar Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi.
Kabupaten Manggarai Timur mencatat pemulihan terbanyak dengan 4.507 dokumen selama empat hari pelayanan di lima titik posko. Rinciannya, 1.481 Kartu Keluarga, 981 KTP-el, dan 561 akta kelahiran, plus 615 layanan biodata penduduk.
Capaian di Enam Kabupaten Lain
Kabupaten Sikka menyusul dengan 2.257 dokumen, disusul Manggarai Barat 1.533 dokumen. Di Manggarai Barat, pelayanan tetap berlangsung meski kantor Dukcapil setempat ikut rusak akibat gempa.
Kabupaten Ende memulihkan 1.451 dokumen, Nagekeo-Ngada 719 dokumen, dan Manggarai 758 dokumen. Layanan yang diberikan mencakup surat keterangan pindah, akta perkawinan, pemisahan KK, aktivasi IKD, hingga akta kematian.
Teguh menegaskan dokumen kependudukan menjadi syarat utama warga untuk mengakses bantuan pascabencana. KTP-el dan KK dibutuhkan untuk verifikasi penerima bantuan, sementara akta catatan sipil diperlukan untuk keperluan administrasi keluarga.
"Dalam kondisi seperti ini, masyarakat jangan sampai berpikir soal biaya. Dokumen yang hilang atau rusak karena bencana harus kita bantu terbitkan kembali," pungkas Teguh.