Pemerintah Revitalisasi Desa Adat Sade di Lombok Usai Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:55:02 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon [FOTO: NET].

JAKARTA — Pemerintah bakal mengeksekusi langkah revitalisasi terhadap Desa Adat Sade yang berada di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seusai mengalami musibah kebakaran.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwasanya Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan petunjuk supaya pemukiman adat tersebut dapat segera direhabilitasi.

Fadli mengutarakan pemerintah tengah merancang skema revitalisasi Desa Adat Sade, termasuk menjalin koordinasi bersama pemerintah daerah setempat. Menurut penjelasannya, terdata kurang lebih 75 unit rumah adat yang terdampak, di samping sejumlah unit tempat usaha serta sarana ibadah.

"Arahannya ya kami akan pulihkan kembali, kami akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur juga. Ada 75 kalau tidak salah bangunan adat, ada kios-kios juga, ada masjid," kata Fadli Zon usai mendampingi Presiden Prabowo menerima Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Fadli menggarisbawahi bahwa proses rekonstruksi wajib dilaksanakan secara akseleratif guna memulihkan kembali peran Desa Adat Sade sebagai salah satu pusat kebudayaan krusial di wilayah NTB.

"Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kami bangun kembali, revitalisasi dari Desa Adat Sade ini," ujarnya.

Menurut pandangan Fadli, potensi timbulnya kebakaran di pemukiman adat menghadirkan tantangan tersendiri, utamanya di tengah hempasan iklim panas yang berlangsung lama serta fenomena El Nino. Elemen bangunan tradisional yang umumnya memanfaatkan material rawan terbakar layaknya kayu, jerami, beserta ilalang turut memperbesar kerawanan tersebut.

"Memang ini salah satu tantangannya apalagi di tengah iklim yang panas berkepanjangan, El Nino seperti sekarang ini, ada percikan sedikit atau ada korsleting dan lain-lain itu mudah terbakar, apalagi bahan-bahan materialnya itu dari kayu, jerami kadang-kadang atau ilalang," kata Fadli.

Ia menyebutkan dinamika serupa pernah melanda beberapa kampung adat di NTT maupun wilayah-wilayah lainnya. Oleh sebab itu, dimensi mitigasi bencana kebakaran bakal dijadikan pilar krusial di dalam penataan ulang kawasan tersebut.

"Ini kami alami juga pernah di desa adat di NTT dan juga di berbagai tempat lain. Ini tantangan ke depan saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran ya, alat pemadam kebakaran dan seterusnya," ujarnya.

Dorong Sade Jadi Destinasi Wisata Budaya

Fadli menerangkan bahwa skema revitalisasi Desa Adat Sade tak sekadar menyasar pemulihan infrastruktur yang rusak, melainkan turut menguatkan potensinya sebagai pusat destinasi wisata berbasis budaya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengikutsertakan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata, supaya dimensi keamanan beserta kenyamanan para pelancong tetap diakomodasi secara matang pada pengembangan area tersebut.

"Tentu, tentu. Karena kan pada ujungnya di hilirnya yang kami harapkan ini menjadi semacam destinasi wisata, wisata budaya," kata Fadli.

Ia menilai sektor kebudayaan mengantongi daya tarik yang kian pesat, baik di mata pelancong domestik maupun mancanegara. Tren tersebut dianggap sanggup melengkapi keberadaan objek wisata alam.

"Dan wisata budaya ini sekarang sedang tren lah, bahkan bisa mengimbangi wisata alam. Jadi banyak sekali wisatawan domestik maupun internasional yang datang untuk wisata budaya," ujarnya.

Fadli menambahkan bahwasanya Indonesia mengantongi kekayaan nilai budaya yang teramat melimpah untuk dikembangkan menjadi magnet pariwisata. Hal tersebut turut tecermin pada agenda kunjungan Ramos-Horta menuju beberapa lokasi budaya dan wisata di NTT.

"Sementara kami ini kekayaan budayanya luar biasa. Tadi juga disampaikan Ramos Horta sendiri datang ke berbagai tempat di NTT, ya sudah sering sekali," katanya.

Di samping menyambangi sejumlah titik di NTT, Ramos-Horta juga diketahui melawat ke kawasan pariwisata seperti Labuan Bajo beserta area Taman Nasional Komodo.

"Di samping tentu saja ke Labuan Bajo, ke Komodo dan sebagainya," tutur Fadli.

Terkini