Didukung Pertamina, Eks Lahan Karhutla Dumai Ditanami Kopi Robusta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:04:02 WIB
Kelompok masyarakat (Pokmas) Alam Tani bersama Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) menanam 1.000 bibit kopi jenis robusta di lahan bekas karhutla di Kelurahan Tanjung Palas, Jumat (28/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Hamparan lahan gambut yang dulunya merupakan bekas area terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, kini mulai disulap dan dikembangkan menjadi areal lahan pertanian produktif melalui budidaya tanaman kopi jenis robusta.

Inisiatif positif tersebut digerakkan secara swadaya oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Alam Tani yang berjalan beriringan melalui program pendampingan intensif dari pihak PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.

Sebanyak 1.000 bibit tanaman kopi robusta telah ditanam secara bertahap mulai tanggal 14 Juli 2026. Penanaman bibit tersebut dipusatkan di atas lahan seluas dua hektare dari total keseluruhan enam hektare lahan pertanian produktif yang saat ini dikelola oleh Pokmas Alam Tani.

Langkah ekspansi pengembangan komoditas kopi ini merupakan kelanjutan dari hasil uji coba sebelumnya, di mana kelompok tersebut sempat menanam 100 batang pohon kopi pada tahun 2022 silam. Dari hasil eksperimen uji coba tersebut, tanaman kopi terbukti mulai menunjukkan hasil produktif hingga dilakukannya proses panen perdana pada awal tahun 2026.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani, Maiyudi atau yang akrab disapa Rudi, menyampaikan bahwa hasil perolehan panen awal tersebut saat ini masih berada dalam skala volume yang terbatas. Produksi biji kopi yang dihasilkan pun belum dilepas ke jalur komersial pasar bebas, melainkan masih dicadangkan guna mencukupi kebutuhan internal konsumsi kelompok.

"Untuk hasil panen satu batang biasanya menghasilkan satu kilogram biji kopi, dan hasil panennya masih sebatas kami konsumsi sendiri," kata Rudi, Jumat (28/8/2026).

Menyambung keterangannya, Rudi menuturkan bahwa keberhasilan dari fase uji coba tersebut memberikan suntikan optimisme bagi kelompoknya untuk memperluas cakupan area penanaman kopi di atas lahan gambut Tanjung Palas. Proses pengembangan ini dijalankan secara bertahap dengan menaruh harapan besar agar komoditas kopi dapat menjelma sebagai salah satu sumber pundi-pundi nilai ekonomi bagi warga setempat.

Selama ini, tanaman kopi lebih identik dan dikenal luas sebagai komoditas vegetasi yang subur di kawasan dataran tinggi dengan karakteristik iklim udara yang sejuk. Kendati demikian, temuan dari uji coba empiris yang dilakukan oleh Pokmas Alam Tani membuktikan bahwa tanaman kopi ternyata dapat dibudidayakan secara adaptif di ekosistem kawasan gambut Tanjung Palas.

Rudi mengungkapkan bahwa proyek perintisan pengembangan kopi di Kota Dumai ini masih menyimpan tantangan tersendiri, mengingat komoditas tanaman tersebut belum lazim dibudidayakan oleh para petani lokal di wilayah setempat. 

Di sisi lain, situasi tersebut justru menjadi peluang emas bagi kelompoknya untuk merintis komoditas unggulan baru yang memiliki diferensiasi karakteristik dibandingkan dengan sentra-sentra penghasil kopi di daerah lain.

"Penanaman biji kopi memberi peluang cukup besar di Indonesia. Apalagi di Kota Dumai belum ada petani yang menanam bibit kopi, biasanya tempat yang sering menghasilkan kopi itu kan ada di Aceh dan Lampung," ujarnya.

Atas dasar potensi tersebut, Pokmas Alam Tani mulai memberanikan diri untuk mengembangkan sektor perkebunan kopi dalam skala cakupan yang jauh lebih luas. Rudi menaruh harapan besar agar produk biji kopi tersebut kelak tidak hanya berstatus sebagai hasil pertanian kelompok semata, melainkan mampu diangkat menjadi produk identitas kopi khas yang lahir dari lanskap lahan gambut Dumai.

Sebelum merambah komoditas kopi, Pokmas Alam Tani tercatat telah lebih dulu menggarap pelbagai varian komoditas hortikultura di atas lahan yang sama. Aktivitas kelompok ini di antaranya mencakup budidaya tanaman sorgum serta beragam jenis komoditas sayur-mayur sebagai strategi optimalisasi pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya terbengkalai.

Eksistensi Pokmas Alam Tani sendiri mulai mendapatkan alokasi pendampingan strategis dari PT Pertamina Patra Niaga lewat skema program Community Involvement & Development (CID) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak tahun 2023.

Bentangan program pendampingan tersebut mencakup penyediaan bantuan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perbaikan akses jalur transportasi darat, hingga penyelenggaraan program pelatihan berkala bagi para anggota kelompok.

Proyek perbaikan aksesibilitas jalan desa menjadi salah satu wujud dukungan krusial yang sangat membantu para petani dalam mendistribusikan hasil panen komoditas pertanian dari titik lahan menuju pusat titik pemasaran. Melalui tersedianya infrastruktur jalan tersebut, mobilitas pengangkutan hasil bumi diharapkan menjadi jauh lebih lancar dan mudah dipasarkan ke berbagai wilayah pasar di Dumai.

Rudi menyampaikan apresiasi bahwa beragam dukungan fasilitas yang diberikan telah mendongkrak kapasitas kelompok sehingga memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengelola lahan pertanian. Menurut pandangannya, kegiatan yang mulanya sekadar berstatus uji coba sederhana kini telah bertransformasi menjadi unit bisnis pertanian produktif dengan ragam portofolio komoditas.

"Untuk bantuan dari Pertamina alhamdulillah luar biasa, kami sangat terbantu. Biasanya kami ibaratnya berjalan, sekarang kami bisa berlari untuk sampai ke tujuan," kata Rudi.

Ia menambahkan bahwa intervensi pendampingan korporasi tersebut turut memperluas wawasan dan pengetahuan kelompok mengenai seluk-beluk teknis pengolahan pascapanen hingga strategi pemasaran produk hasil pertanian. Seluruh akumulasi pengalaman empiris tersebut kini menjadi modal utama kelompok untuk menggeluti komoditas kopi secara profesional.

Bergeser pada dimensi visi keberlanjutan ekonomi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, memaparkan bahwa proyek pengembangan sektor pertanian di lahan gambut ini tidak semata-mata dipatok untuk mendongkrak tingkat produktivitas fisik tanah.

Lebih dari itu, inisiatif ini dirancang sebagai instrumen strategis guna menstimulasi kemandirian masyarakat dalam merintis sumber mata pencaharian ekonomi, di samping tetap memegang komitmen menjaga kelestarian pengelolaan ekosistem lahan agar tetap produktif.

"Penanaman kopi ini merupakan bagian dari penguatan program untuk mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha kelompok ke depan," ujar Rum.

Menurut pandangan Rum, pemanfaatan lahan tidur secara produktif diyakini mampu mendatangkan manfaat finansial jangka panjang bagi kesejahteraan warga. Tatkala tanaman kopi nantinya memasuki fase puncak siklus produksi, hasil panen tersebut diharapkan bisa menjadi sumber penopang pendapatan tambahan bagi keluarga kelompok tani dan masyarakat di sekitarnya.

Pihak PT Pertamina Patra Niaga juga menyimpan ekspektasi agar inisiatif budidaya kopi ini kelak bertumbuh menjadi komoditas lokal bernilai tambah tinggi. Apabila tingkat kuantitas produksi dan kualitas mutunya terus menunjukkan grafik peningkatan, komoditas kopi tersebut memiliki peluang terbuka untuk dipromosikan sebagai produk ikonis khas dari kawasan ekosistem gambut Kota Dumai.

Bagi jajaran Pokmas Alam Tani, proyeksi pengembangan kopi ini melampaui batas sekadar penambahan varietas jenis tanaman baru yang dibudidayakan. Upaya kolektif ini menjelma sebagai bentuk eksperimen nyata masyarakat dalam mematahkan asumsi bahwa lahan gambut bekas terjangan karhutla tetap menyimpan potensi untuk dikelola secara produktif melalui pendekatan teknik pengelolaan yang tepat sasaran.

Rangkaian program pemberdayaan masyarakat ini sekaligus diselaraskan guna mengawal agenda pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yang meliputi aspek pengentasan kemiskinan, pembukaan lapangan pekerjaan baru, penggerak roda pertumbuhan ekonomi inklusif, serta aksi mitigasi penanganan perubahan iklim global.

Terkini

Strategi Menkeu Purbaya Genjot Pajak 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:56:31 WIB

Waspada Penipuan, BRI Ajak Masyarakat Cermat Berinvestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51:32 WIB

Skema Utang Whoosh Dibahas 15 September

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:48:31 WIB