JAKARTA — PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) membukukan angka pendapatan senilai Rp9,27 triliun pada sepanjang semester I/2026, yang menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 39,18% apabila dikomparasikan dengan perolehan Rp6,66 triliun pada rentang waktu yang serupa tahun sebelumnya, seiring dengan lonjakan penjualan produk CPO.
Merujuk pada catatan laporan keuangan perseroan, ekspansi pendapatan tersebut utamanya ditopang oleh pos penjualan minyak kelapa sawit (crude palm oil / CPO) yang meroket hingga menembus angka Rp5,32 triliun pada semester I/2026, melompat jauh dari raihan Rp430,84 miliar pada semester I/2025.
Selain itu, lini penjualan minyak goreng kemasan turut mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp291,15 miliar dari sebelumnya berada di posisi Rp48,81 miliar. Begitu pula dengan penjualan minyak inti sawit yang ikut mendaki ke level Rp473,56 miliar dari Rp259,73 miliar.
CBUT juga mencatatkan transaksi penjualan produk refined, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) sebesar Rp244,68 miliar pada semester I/2026, sementara pada periode yang sama tahun lalu lini produk tersebut belum mencatatkan angka penjualan.
Di sisi lain, koreksi terjadi pada penjualan palm olein yang menyusut ke kisaran Rp2,29 triliun dari Rp4,79 triliun. Penurunan serupa juga dialami oleh penjualan palm stearin yang melemah menjadi Rp490,41 miliar dari sebelumnya mencatatkan angka Rp1,01 triliun.
Berdasarkan kategori profil pelanggan, kontribusi terbesar pendapatan disumbangkan oleh segmen pihak ketiga dengan nilai mencapai Rp9,21 triliun, atau melesat lebih dari dua kali lipat dibanding perolehan Rp4,15 triliun pada semester I/2025.
Sebaliknya, porsi pendapatan yang berasal dari pihak berelasi mengalami penurunan ke level Rp61,48 miliar dari catatan Rp2,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring dengan kenaikan total pendapatan tersebut, perolehan laba bruto CBUT ikut terkerek naik menjadi Rp2,03 triliun dari sebelumnya Rp882,01 miliar pada semester I/2025. Margin laba bruto pun mengalami kenaikan dari kisaran 13,2% menjadi 21,9%.
Dari pos pengeluaran, beban penjualan tercatat membengkak ke angka Rp1,57 triliun, naik dari Rp651,65 miliar pada semester I/2025. Di sisi lain, beban umum dan administrasi justru mengalami penurunan menjadi Rp46,91 miliar dari sebelumnya Rp49,9 miliar.
Setelah dikalkulasikan dengan komponen beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta pos beban lain-lain, laba usaha CBUT tercatat berada di level Rp323,41 miliar, atau melonjak sebesar 136,49% dari angka Rp136,76 miliar.
Perolehan laba sebelum pajak penghasilan membukukan angka Rp219,17 miliar, meningkat signifikan dibandingkan posisi Rp51,77 miliar pada semester I/2025.
Selepas dikurangi beban pajak penghasilan, CBUT sukses mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp169,66 miliar. Realisasi tersebut meroket sekitar 302% apabila dibandingkan dengan perolehan laba senilai Rp42,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba per saham dasar perseroan pun turut mengalami peningkatan menjadi Rp54,3 dari sebelumnya berada di level Rp13,5 per saham pada semester I/2025.
Bergeser ke laporan posisi keuangan, total aset CBUT per 30 Juni 2026 tercatat mencapai Rp5,91 triliun, naik dari posisi Rp4,12 triliun per 31 Desember 2025. Total ekuitas ikut menguat menjadi Rp1,31 triliun dari sebelumnya Rp1,11 triliun.
Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp4,60 triliun, yang terbagi atas liabilitas jangka pendek senilai Rp3,96 triliun serta liabilitas jangka panjang sebesar Rp634,76 miliar.