JAKARTA - PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), produsen makanan olahan bermerek Kibif, mulai mengembangkan sektor peternakan sapi dan susu guna menangkap peluang lonjakan permintaan protein hewani seiring dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Utama BEEF Ari Wijayanto mengemukakan bahwa pihak perseroan saat ini mengutamakan sejumlah lini kegiatan usaha, mulai dari perdagangan, penggemukan sapi, penyimpanan dingin, hingga pengolahan makanan.
Di samping itu, perseroan juga sedang mengkaji pengembangan usaha sapi perah yang bertempat di Purwokerto, Jawa Tengah.
“Untuk saat ini perseroan masih mempunyai skala prioritas yaitu di usaha trading, penggemukan sapi, cold storage, food processing dan mempelajari usaha dari dairy cow yang berada di Purwokerto,” kata Ari dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026).
Guna mendukung kelancaran operasional serta pengembangan usaha, BEEF menyiapkan anggaran belanja modal tahun 2026 yang akan disesuaikan dengan keperluan operasional, pengembangan bisnis, maupun kondisi keuangan perusahaan.
Alokasi dana tersebut terutama diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja, pemeliharaan serta pengembangan fasilitas produksi, peternakan, tempat penyimpanan dingin, dan berbagai kebutuhan penunjang lainnya berdasarkan skala prioritas.
Pada lini usaha penggemukan sapi, BEEF saat ini membina sekitar 3.000 ekor sapi yang masih berada dalam proses penggemukan. Sepanjang tahun ini, perseroan mengantongi kuota impor sebanyak 9.000 ekor sapi.
Ari menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya memperoleh tambahan alokasi kuota dari pemerintah agar proses pemasukan sapi bakalan bisa terlaksana secara lebih optimal.
“Perseroan sedang berupaya kepada pemerintah untuk dapat penambahan kuota sehingga impor sapi penggemukan dapat lebih maksimal,” ujarnya.
Di tengah upaya ekspansi tersebut, BEEF memandang program MBG sebagai momentum strategis untuk mendongkrak penjualan produk pangan dan sumber protein hewani, termasuk daging sapi beserta ragam produk olahannya.
“Dampak MBG terhadap perseroan sangat berpengaruh besar. Potensi dampak positif bagi kami antara lain berasal dari meningkatnya permintaan terhadap produk pangan dan protein hewani, termasuk daging sapi dan produk olahan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Ari.
Menurut pandangannya, kenaikan permintaan dari program tersebut mampu membuka kesempatan bagi perseroan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan distribusi, serta memperkuat basis konsumen.
Di samping fokus pada bisnis sapi potong, BEEF turut meneliti prospek pengembangan sektor peternakan sapi perah. Berkaitan dengan hasil susu yang kini dikelola perusahaan, pemasarannya masih disalurkan lewat koperasi lokal di sekitar kawasan peternakan.
Sementara itu, volume produksi susu yang ditangani saat ini mencapai sekitar 21 ton liter per hari. Pihak manajemen masih terus mengkaji rencana pengembangan peternakan sapi perah tersebut, mencakup strategi pemasaran dan proyeksi kapasitas produksi jika ekspansi ini resmi dijalankan.