Wamenlu Dorong Pelabuhan Selat Lampa Natuna Raih Kode Internasional IDESTA demi Pintu Ekspor-Impor Langsung

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:10:00 WIB

LIPUTANFINANSIAL.COM — Usulan kode internasional itu telah diserahkan ke Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Jika disetujui PBB, Pelabuhan Selat Lampa tidak lagi sekadar menjadi simpul logistik lokal, melainkan pelabuhan yang diakui dalam sistem perdagangan global.

"Kodenya itu IDESTA, nanti kita harapkan bisa diajukan ke PBB," ujar Arif dalam kunjungan kerjanya ke Natuna, Rabu (26/8/2026).

Dampak Ekonomi bagi Natuna dan Perbatasan

Arif menilai status internasional ini akan mengubah posisi Natuna secara fundamental. Aktivitas perdagangan yang selama ini harus melalui pelabuhan besar di luar daerah, nantinya bisa dilakukan langsung dari Selat Lampa.

"Ini akan berdampak luas sekali dengan perekonomian di Natuna. Dengan demikian akan ada satu pelabuhan yang bisa dipakai untuk ekspor-impor," kata Wamenlu.

Natuna selama ini dikenal sebagai wilayah dengan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Posisinya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat daerah ini menjadi titik strategis bagi perdagangan internasional, terutama dengan Malaysia, Singapura, hingga pasar Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China.

Konektivitas Udara dan Pariwisata Jadi Prioritas Berikutnya

Selain pelabuhan, Wamenlu juga menggarisbawahi lemahnya akses transportasi udara ke Natuna. Penerbangan langsung dari Jakarta yang sempat beroperasi dinilai frekuensinya masih kurang untuk mendukung mobilitas warga dan potensi wisata.

Pemerintah disebut tengah mengkaji kemungkinan membuka rute penerbangan langsung dari Singapura. Langkah ini diambil untuk menarik wisatawan mancanegara mengingat Natuna memiliki daya tarik Geopark dan pariwisata bahari yang besar.

Dukungan untuk Nelayan: Kapal Besar dan Es Tenaga Surya

Pemerintah pusat juga menyiapkan penguatan kapasitas nelayan Natuna melalui program pembangunan kapal ikan berbagai ukuran, dari 5 GT hingga di atas 30 GT. Khusus untuk kapal besar, Wamenlu menekankan perlunya pelatihan agar nelayan mampu mengoperasikannya secara optimal.

Selain itu, program penyediaan es berbasis energi surya yang sebelumnya sukses di Maluku akan direplikasi di Natuna. Inisiatif kerja sama dengan PBB ini bertujuan menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan, menekan angka ikan busuk, dan meningkatkan nilai jual komoditas laut.

Respons Pemda Natuna

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut positif rangkaian usulan tersebut. Ia menilai kunjungan Wamenlu menjadi momentum untuk menyampaikan kebutuhan strategis daerah, termasuk pengembangan potensi rumput laut yang belum tergarap maksimal.

"Kita sangat berterima kasih Wamenlu sudah mengunjungi kita di perbatasan, menyerap aspirasi masyarakat. Kita berdoa semua apa yang kita inginkan itu bisa tercapai," ujar Cen.

Dengan penguatan status pelabuhan, konektivitas udara, dan dukungan sektor perikanan, Natuna diharapkan bertransformasi dari sekadar wilayah terdepan menjadi pusat aktivitas ekonomi maritim Indonesia.

Terkini