Rachmat Pambudy Sebut Sains dan Teknologi Basis Pembangunan ke Depan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:09:32 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy memaparkan bahwa fondasi utama arah pembangunan nasional ke depan bertumpu pada disiplin ilmu matematika, penguasaan teknologi, serta sains guna mendongkrak penciptaan nilai tambah.

“Penguatan kapasitas riset, sains, dan teknologi menjadi semakin penting dalam menghadapi kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan,” ucapnya dalam agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembentukan dan Pengembangan SDGs Entrepreneurial Center dengan Badan Riset Nasional (BRIN), dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Oleh karena itu, pihak kementerian mengharapkan eksistensi Badan Riset Nasional (BRIN) yang kuat serta memiliki daya jangkau luas demi menjamin agar keunggulan komparatif (comparative advantage) yang dimiliki Indonesia dapat diakselerasi menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage) lewat kerangka pola pikir yang berakar dari riset dan inovasi.

Di dalam kerangka tersebut, Rachmat Pambudy memandang bahwa jalinan kerja sama lintas instansi ini perlu diarahkan secara tepat supaya output hasil riset tidak sekadar berhenti pada pemenuhan administratif semata, melainkan benar-benar terimplementasikan serta mendatangkan kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas. 

Sinergi padu antara para periset, sektor dunia usaha, jajaran pemerintah, dan elemen masyarakat dianggap krusial demi menyokong ekosistem pengembangan inovasi.

Menteri PPN turut memberikan arahan strategis terkait penguatan SDGs Entrepreneurial Center, yang mencakup keharusan penyediaan layanan riset, basis data, serta lisensi teknologi berstandar prima; berorientasi tajam pada dampak nyata yang menghasilkan manfaat riil; serta mengintensifkan kreasi bersama lintas sektor dengan merangkul kalangan akademisi, korporasi swasta, lembaga donor, hingga komunitas akar rumput lokal.

“Penandatanganan ini baru langkah awal. Kami berharap langkah ini diwujudkan dalam tindakan yang tepat, sehingga dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang, sejarah ini menjadi sejarah kebangkitan nilai tambah hasil karya bangsa Indonesia, sumber daya Indonesia, serta modal kapital dan modal manusia Indonesia,” ungkap Kepala Bappenas.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria turut mengutarakan bahwa bentuk kolaborasi strategis antara Kementerian PPN/Bappenas dan BRIN ini merepresentasikan bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperkokoh ekosistem riset serta inovasi guna menyukseskan pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

“Inovasi dan teknologi perlu terus diimplementasikan agar dapat dimanfaatkan secara nyata untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” kata Arif.

Terkini