Hadapi Krisis Air, Kemenhut Andalkan Sumur Bor Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:35:01 WIB
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjadikan sumur bor sebagai andalan utama dalam menghadapi kendala krisis ketersediaan air. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjadikan sumur bor sebagai andalan utama dalam menghadapi kendala krisis ketersediaan air guna menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala masif yang kini tengah melanda berbagai kawasan rawan di wilayah Sumatera serta Kalimantan.

Kepala Bagian Pelayanan dan Penyajian Informasi Publik Kemenhut, Agus Yasin sewaktu mengikuti diskusi secara daring di Jakarta, Rabu menjelaskan bahwa kemarau panjang telah mengakibatkan operasi pemadaman lewat udara menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ataupun hujan buatan menjadi semakin sulit serta kurang efektif dijalankan.

"Kalau kemarin-kemarin kami masih bisa menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk hujan buatan, cuman semakin ke sini bibit-bibit awan semakin menipis. Mau nggak mau memang pasukan darat yang banyak diterjunkan dan semakin banyak personil yang diterjunkan itu semakin efektif juga untuk melakukan penanganan-penanganan tersebut," katanya memaparkan.

Berdasarkan paparan data mutakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Agus menerangkan bahwa kondisi kering ekstrem tanpa adanya curah hujan tersebut telah berlangsung cukup lama dan diprediksi bakal terus menerus berlangsung sampai dua bulan penuh.

"Jadi musim kemarau ini, kemarin kami dikabari dari BMKG, sudah hampir 30 hari tanpa hujan. Ini kemungkinan bisa jadi sampai 60 hari tanpa hujan," ujarnya.

Dalam upaya mengatasi masalah krisis air permukaan yang terus mengalami penguapan akibat proses evaporasi, tim satuan tugas gabungan yang terdiri dari Kemenhut, TNI, Polri, beserta instansi terkait kini mengubah strategi dengan membangun sumur bor secara langsung menembus ke bagian dalam lapisan tanah gambut.

Langkah taktis ini diambil mengingat lahan gambut memiliki kesatuan hidrologi tersendiri yang masih menyimpan cadangan pasokan air pada kedalaman tertentu.

"Jadi kami tinggal tusuk buat sumur bor secara langsung itu bisa dapat airnya. Jadi itulah yang saat ini dimaksimalkan dalam pengendalian kebakaran khususnya di Sumatera dan Kalimantan," ucap Agus Yasin.

Secara terpisah, sebelumnya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah meminta penambahan pembuatan sumur bor guna mengatasi krisis air dalam rangka penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan, utamanya demi menghadapi puncak musim kemarau pada bulan September mendatang.

Dirinya mengakui bahwa saat ini telah tersedia sejumlah sumur bor yang difungsikan oleh petugas untuk keperluan pemadaman, seperti pada kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang permukaannya sangat rentan terbakar.

"Sumur bor ini menjadi sumber air utama saat sulitnya mendapatkan air untuk pemadaman," kata Menhut Raja (23/8).

Terkini