LIPUTANFINANSIAL.COM — Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman berbeda kepada empat pemain Argentina yang dinilai terlibat dalam insiden panas setelah peluit panjang dibunyikan. Leandro Paredes menerima hukuman paling berat, yakni larangan tampil dalam 10 pertandingan internasional. Selain itu, ia juga didenda 90.000 dolar AS atau setara Rp1,61 miliar.
Nahuel Molina tidak luput dari sanksi. Bek kanan tersebut dilarang bermain dalam tujuh pertandingan dan dikenai denda yang sama, yaitu 90.000 dolar AS. Sementara itu, Thiago Almada dan Pablo Martin Paez Gavira masing-masing dijatuhi larangan bermain satu pertandingan serta denda 30.000 dolar AS atau sekitar Rp538 juta.
Asisten Pelatih Roberto Ayala Juga Disanksi
FIFA tidak hanya menghukum para pemain. Asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga terkena sanksi berupa larangan mendampingi tim dalam pertandingan dan denda 30.000 dolar AS. Sesuai Pasal 69 ayat 2 huruf a dan ayat 3 Kode Disiplin FIFA, larangan bertanding tersebut berlaku untuk laga internasional berikutnya yang dijalani timnas Argentina.
Denda Rp5,7 Miliar dan Pembatasan Penonton untuk AFA
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) diwajibkan membayar denda sebesar 321.000 dolar AS atau sekitar Rp5,76 miliar. Sanksi ini dijatuhkan karena sejumlah pelanggaran selama gelaran Piala Dunia 2026. FIFA menyebut AFA melanggar beberapa pasal dalam Kode Disiplin, termasuk Pasal 13 ayat 2 huruf c tentang penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga, Pasal 14 ayat 5 mengenai disiplin tim, serta Pasal 15 tentang diskriminasi dan pelecehan rasis yang dilakukan pendukung Argentina.
Akibat pelanggaran terkait diskriminasi tersebut, Argentina juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas penonton maksimal 50 persen. FIFA menetapkan 100.000 dolar AS dari total denda AFA harus dialokasikan untuk program pemberantasan diskriminasi.
Sebagian Sanksi Ditangguhkan Selama Masa Percobaan
Meski demikian, tidak semua hukuman harus dijalani Argentina. FIFA menangguhkan pelaksanaan satu dari dua pertandingan dengan pembatasan penonton serta denda 100.000 dolar AS selama masa percobaan. Artinya, Argentina tidak serta-merta menjalani seluruh hukuman pembatasan penonton selama tidak kembali melakukan pelanggaran dalam periode yang ditentukan FIFA.
Konsekuensi dari Final Panas di MetLife
Keputusan ini menjadi konsekuensi lanjutan dari partai final yang berlangsung sengit. Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua kalinya setelah gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina. Bagi La Albiceleste, kekalahan tersebut mengakhiri upaya mempertahankan gelar yang diraih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
FIFA menyatakan seluruh pihak yang dikenai sanksi telah menerima pemberitahuan resmi dan memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan permintaan banding disertai alasan hukum. Keputusan ini menjadi salah satu sanksi disipliner penting FIFA pasca-Piala Dunia 2026, mengingat sejumlah pemain utama Argentina masih akan menjadi tulang punggung tim pada pertandingan internasional berikutnya.