LIPUTANFINANSIAL.COM — Penguatan ekosistem itu bukan sekadar wacana. ASLC mengarahkan setiap kendaraan ke kanal penjualan yang paling menguntungkan—baik melalui mekanisme lelang JBA Indonesia maupun ritel Caroline.id. Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi pemilik kendaraan untuk memilih kanal transaksi sesuai karakteristik dan potensi nilai unitnya.
“Adanya dua pilihan kanal transaksi, JBA dan Caroline.id ini membuat pelanggan bisa memilih kanal yang sesuai dengan karakteristik dan potensi nilai dari masing-masing kendaraan,” ujar Presiden Direktur ASLC Jany Candra dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Caroline.id Jadi Motor Pertumbuhan Utama
Kinerja Caroline.id pada paruh pertama 2026 menjadi bukti strategi ini bekerja. Nilai penjualan Rp493 miliar yang diraih jauh melampaui capaian periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp313 miliar. Segmen ritel ini kini menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan.
Untuk memastikan setiap unit mendapat harga terbaik, ASLC menerapkan standardisasi penentuan kanal penjualan. Kendaraan dengan kondisi tertentu diarahkan ke lelang, sementara unit lain dijual melalui platform ritel. Keputusan ini diambil berdasarkan data dari Cartalog, platform berbasis data yang menghitung estimasi harga kendaraan sesuai kondisi pasar aktual.
MotoGadai dan Ekspansi Lelang Non-Kendaraan
Di sisi pembiayaan, MotoGadai melengkapi ekosistem dengan skema gadai yang memberi opsi alternatif bagi konsumen. Layanan ini dirancang untuk menjangkau pembeli yang membutuhkan fleksibilitas pembayaran, sekaligus memperluas basis transaksi di dalam ekosistem ASLC.
Perseroan juga mulai merambah lelang non-kendaraan melalui anak usaha PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI). Ekspansi ini memanfaatkan infrastruktur dan jaringan yang sudah dimiliki JBA, Caroline.id, dan MotoGadai. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan utilisasi aset sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti.
Strategi Omnichannel dan Proyeksi Jangka Panjang
Jany menegaskan penguatan ekosistem tetap menjadi strategi utama perseroan ke depan. Selain memperbesar pangsa pasar mobil bekas, ASLC akan mengoptimalkan kanal online dan offline secara bersamaan. Konsumen dapat mencari, mengecek, hingga melakukan transaksi kendaraan melalui kanal yang paling sesuai preferensi mereka.
“Untuk semakin memperkuat kinerja ASLC sehingga bisa terus tumbuh secara berkesinambungan, ke depan Perseroan akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang MotoGadai dan ASLI sebagai sumber pertumbuhan baru,” tutup Jany.
Dengan laba bersih Rp8,9 miliar yang dibukukan pada semester I 2026, ASLC menunjukkan bahwa integrasi rantai transaksi—dari lelang, ritel, hingga pembiayaan—mampu mendorong profitabilitas di tengah persaingan pasar mobil bekas yang kian ketat.