PLN IP dan PGE Resmi Beli Listrik Dari Proyek Panas Bumi Sebesar 45 MW

Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:29:02 WIB
PT PLN Indonesia Power (PLN IP). (Foto: NET)

JAKARTA - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bareng PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) meneken Letter of Intent (LoI) guna pengadaan daya listrik lewat sepasang proyek panas bumi berskala total 45 MW.

Kesepakatan ini meliputi pembangunan Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berdaya 30 MW yang berlokasi di Provinsi Lampung serta PLTP Lahendong Binary (Bottoming) Unit berdaya 15 MW di area Provinsi Sulawesi Utara.

Bos Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta menuturkan, Tanah Air menyimpan prospek panas bumi yang teramat masif. Pihaknya senantiasa memacu pengoptimalan sumber daya itu supaya berubah jadi energi ramah lingkungan yang mumpuni.

Berdasarkan pandangannya, LoI ini merupakan aksi nyata guna mengakselerasi penggunaan energi bersih di nusantara.

"Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ucap Bernadus lewat rilis resmi yang dilansir pada hari Minggu (23/8/2026).

Pria tersebut menyatakan, akselerasi peralihan energi memerlukan kerja sama antarpemangku kepentingan. 

Bernadus menjelaskan, perpaduan antara PT PLN (Persero), PLN IP, PGE, pemerintah, pemodal, hingga segenap penggerak industri merupakan formula jitu guna memperlekas ketersediaan pembangkit ramah lingkungan yang mumpuni serta berkesinambungan.

Dirinya turut mengungkapkan, pada rancangan alur kolaborasi taktis ini, jumlah keseluruhan prospek kapasitas pembangunan mampu menembus angka 230 MW.

PLTP Lahendong Binary beserta PLTP Ulubelu Binary memakai sistem bottoming buat memproses serta mendayagunakan suhu dari fluida panas bumi (brine) yang masih belum terpakai supaya bisa diubah menjadi ekstra pasokan listrik bersih dari instalasi geothermal yang sudah ada.

Sesuai paparan Bernadus, manuver ini adalah wujud pengoptimalan prospek kekayaan panas bumi di kawasan WKP yang telah berjalan, sembari mengerek skala pembangkitan tanpa harus murni bersandar pada pembukaan titik sumber (lapangan WKP) anyar.

Pada waktu lampau, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, Tanah Air diberkati oleh kekayaan panas bumi yang amat melimpah. Kendati demikian, prospek tersebut dilarang sekadar mandek berwujud nominal saja, melainkan wajib bertransformasi menjadi tenaga yang betul-betul bisa dinikmati warga.

"Energinya harus kami hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa," kata Bahlil di ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 beberapa masa silam.

Menteri ini memaparkan, akselerasi penggarapan panas bumi ataupun geothermal menghendaki nyali buat menyulap prospek jadi proyek konkret lewat kerja sama. Bahlil menyatakan, negara tidak sanggup bergerak sendirian, sama halnya dengan sektor bisnis. Solusi utamanya yakni sinergi.

"Ketika regulator, PLN, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, saya yakin kekayaan panas bumi Indonesia dapat kami optimalkan menjadi energi bersih yang andal dan menjadi kekuatan Indonesia di masa depan,” urai Bahlil.

Terkini