Dirut KAI Sebut Jalur Kereta Kalimantan dan Bali Masih Dikaji

Jumat, 21 Agustus 2026 | 03:12:32 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengutarakan bahwa studi pengembangan lintasan kereta Trans Kalimantan, Sumatra, hingga Bali masih dalam tahap kajian sebagai bagian dari rencana penataan jaringan perkeretaapian nasional.

Bobby menjelaskan bahwa studi pengembangan rel kereta di Kalimantan sampai Bali masuk dalam prioritas pembangunan perkeretaapian nasional sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden memerintahkan kami tiga wilayah,satu adalah Sumatra, kita sedang kerjakan Sumatra juga DED-nya, kemudian yang kedua Kalimantan, yang ketiga Bali," kata Bobby ditemui usai Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat.(21/8/2026).

Ia menerangkan bahwa penentuan titik lokasi pembangunan jalur kereta baru bakal menimbang beragam faktor, terutama tingkat kesiapan pembebasan tanah supaya eksekusi proyek sanggup berjalan lebih cepat dan efektif.

Menurut Bobby, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pada area yang memiliki tingkat kesiapan paling matang agar tahapan konstruksi bisa langsung dimulai mengacu pada perencanaan yang telah dibuat.

"Nanti kita lihat. Kan kalau yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya, terutama juga faktor pembebasan lahannya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden memberi petunjuk agar ekspansi jalur kereta difokuskan pada tiga kawasan prioritas tersebut melalui tahapan perencanaan yang matang demi menopang kelancaran mobilitas warga serta distribusi logistik secara efisien.

Bobby menegaskan pihak pemerintah bakal memutuskannya mana proyek yang direalisasikan lebih awal berpatokan pada hasil studi dan tingkat kesiapan tiap daerah, baik di Kalimantan maupun Bali.

"Surprise nanti mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan," katanya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah membuka pintu investasi pada pengembangan jaringan perkeretaapian nasional, khususnya guna menyokong angkutan logistik lewat penguatan lintasan di Sumatra sampai Kalimantan.

"Kalau ada negara lain yang berminat, kami sangat dengan senang hati dan terbuka," kata Menhub ditemui usai peluncuran sistem Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE Hub) di Jakarta, Senin (10/8).

Dudy mengungkapkan bahwa pemerintah memberi ruang seluas-luasnya bagi para pemodal, baik domestik maupun asing, dalam pembenahan jaringan kereta nasional demi memperkuat konektivitas logistik sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi di pelbagai daerah Indonesia.

Menurut pandangannya, tata letak jalur kereta diarahkan pada rute yang mendatangkan kemanfaatan ekonomi sekaligus mengawal pengembangan kawasan, sehingga proses pembahasannya dijalankan beriringan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Dudy memaparkan bahwa pemetaan rute menimbang potensi ekonomi daerah, urgensi transportasi, serta dukungan bagi pengembangan wilayah agar kucuran investasi mendatangkan faedah maksimal untuk publik dan pelaku industri.

Mengenai peluang jalur kereta terhubung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Dudy menyebut pemerintah masih mematangkan kajian sehingga belum bisa memastikan rute yang hendak dikembangkan pada periode berikutnya. "Nanti kita lihat," katanya.

Adapun menyangkut estimasi kebutuhan investasi, pihaknya juga belum dapat merinci perhitungan karena sangat bergantung pada panjang trayek, tipe kereta yang digunakan, karakteristik medan jalur, serta beragam aspek teknis yang masih terus dikaji oleh pemerintah.

Terkini