JAKARTA. Kinerja bisnis trade finance di sektor perbankan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Laju aktivitas transaksi perdagangan korporasi, baik untuk kebutuhan ekspor-impor maupun perdagangan domestik, menjadi penggerak utama permintaan fasilitas trade finance di tengah dinamika kondisi ekonomi global dan nasional.
Sebagai contoh, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) membukukan peningkatkan volume transaksi trade finance mendekati 62% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang semester I-2026.
Transaction Banking Division Head KB Bank Novita Djani menerangkan, lonjakan tersebut dipicu oleh langkah strategis perseroan dalam memperkuat penetrasi bisnis melalui pemanfaatan ekosistem nasabah korporasi. Dalam hal ini, KB Bank tidak hanya menyasar kebutuhan transaksi perusahaan induk, tetapi turut menggarap potensi dari rantai pasoknya, seperti para supplier, distributor, hingga dealer.
Novita menjelaskan bahwa pendekatan ini selaras dengan fokus KB Bank untuk mengokohkan lini transaction banking sekaligus mendongkrak product holding ratio para nasabah. Melalui integrasi kebutuhan transaksi nasabah yang kian erat dengan layanan perbankan, perseroan berharap sanggup meningkatkan stickiness serta memperluas penetrasi produk.
Di samping itu, performa trade finance juga ditopang oleh maraknya kebutuhan transaksi perdagangan ekspor-impor maupun transaksi pasar dalam negeri.
"Ke depan, KB Bank akan terus melihat potensi pertumbuhan trade finance seiring dengan perkembangan aktivitas bisnis nasabah korporasi dan ekosistemnya," ujar Novita kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).
Pada kesempatan lain, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai laju bisnis trade finance tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengutarakan bahwa fasilitas trade finance BCA konsisten dimanfaatkan nasabah guna mendukung kelancaran transaksi perdagangan internasional dan domestik. BCA menyediakan portofolio produk trade finance yang beragam, mulai dari Letter of Credit (LC), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), documentary collection, hingga bank guarantee.
Kendati demikian, Hera belum membeberkan secara detail perincian rilis angka kinerja dari lini bisnis tersebut.
Yang terang, kata Hera, beragam solusi trade finance BCA kini telah terhubung secara digital melalui platform Client Trade untuk mempermudah nasabah bertransaksi secara praktis, aman, dan efisien.
"Kami melihat pertumbuhan bisnis trade finance tetap sehat dan berkelanjutan pada tahun 2026, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan profil risiko masing-masing sektor," kata Hera.
Dilihat dari kacamata perbankan multinasional, Citi Indonesia turut memandang bisnis trade finance sebagai pilar penting pendorong pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini.
CEO Citi Indonesia Batara Sirait mengungkapkan, perseroan mengantongi pipeline kredit berkisar Rp5 triliun untuk periode semester II-2026. Sekitar 50% dari pipeline tersebut berasal dari segmen local corporate, sementara porsi selebihnya dihimpun dari multinational business, commercial banking, serta peluang di sektor trade.
"Trade itu mungkin sekitar Rp 1 triliun," kata Batara.
Menurut pemaparan Batara, solidnya pipeline kredit ini diharapkan mampu menopang performa Citi Indonesia sepanjang semester kedua tahun ini. Pihaknya juga memproyeksikan kontribusi trade finance dapat mendorong ekspansi kredit di kisaran high single digit.
"Jadi trade finance dan trade loan itu juga continue to be a very important part daripada growth di semester kedua," ujarnya.