Penyebab Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stagnan pada 21 Agustus 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:36:02 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melaju datar pada pembukaan transaksi Jumat (21/8/2026). Rupiah terpantau bertengger pada posisi Rp17.748 per dolar AS, serupa dengan angka penutupan perdagangan sebelumnya.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengutarakan pergerakan rupiah hari ini bakal dibayangi oleh rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II/2026 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

“Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2Q26 hari ini,” ucapnya, Jumat (21/8/2026).

Josua mengalkulasi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia bakal membengkak menjadi 3,09% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II/2026. Nominal itu melonjak dibanding defisit 1,09% dari PDB pada kuartal I/2026.

Menurut dia, pelebaran defisit utamanya dipicu oleh lonjakan musiman arus keluar pendapatan primer. Dinamika ini bersumber dari pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada investor nonresiden.

Rapor neraca barang turut diproyeksikan menjadi pemicu yang menekan rupiah. Neraca perdagangan tercatat membukukan defisit pada Mei dan Juni 2026.

Sentimen Obligasi AS Menopang Rupiah

Di samping pemicu domestik, laju rupiah ikut terpengaruh sentimen dari pasar keuangan Amerika Serikat. Salah satunya bersumber dari maklumat program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS tenor panjang.

Program tersebut diorientasikan guna meredam imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang yang mulanya melambung hingga menyentuh level tertinggi dalam 20 bulan untuk obligasi AS tenor 10 tahun.

Penyusutan imbal hasil obligasi AS sanggup memangkas daya pikat dolar AS bagi para pemodal. Kondisi tersebut menjelma sebagai sentimen yang berpeluang membantu menahan tekanan terhadap rupiah.

Dengan menimbang bermacam faktor itu, Josua memproyeksikan rupiah pada transaksi Jumat (21/8/2026) bakal bergerak pada rentang Rp17.700-Rp17.825 per dolar AS.

Oleh karena itu, posisi rupiah yang dibuka stagnan pada level Rp17.748 per dolar AS merefleksikan pasar yang tengah memantau perpaduan sentimen domestik dari data NPI beserta dinamika pasar obligasi AS.

Terkini