Perlukah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Penjelasan Para Chef

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:25:32 WIB
Ilustrasi mencuci beras [FOTO: NET].

JAKARTA - Membersihkan beras sebelum dimasak telah mendarah daging sebagai kebiasaan mayoritas masyarakat Indonesia. Beras umumnya dibilas memakai air beberapa kali sampai air bilasannya tampak lebih bening sebelum dimasukkan ke wadah penanak nasi (rice cooker). Walau demikian, apakah beras benar-benar wajib dicungkil dari kotoran atau dicuci sebelum diolah?

Merayap dari laman Real Simple, Rabu (19/8/2026), para juru masak umumnya menganjurkan untuk membilas beras sebelum dimasak. Langkah ini bukan sekadar untuk menyingkirkan debu atau kotoran, melainkan turut membantu meluruhkan kandungan pati di permukaan butiran beras agar nasi tidak menjadi terlalu menggumpal.

Mengapa beras perlu dicuci? Beras merupakan komoditas hasil pertanian yang melewati pelbagai fase pengolahan sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, potensi adanya sisa debu, kotoran, ataupun residu dari tahapan produksi yang menempel di bagian permukaannya masih terbuka lebar.

Chef Dale Talde mengutarakan bahwa mencuci beras sanggup merontokkan debu dan kotoran sekaligus membilas zat pati yang menempel di luar butiran beras. Alhasil, sajian nasi yang matang cenderung mempunyai tekstur yang lebih tercerai-berai dan tidak mudah menggumpal.

Pencucian beras pun berimplikasi langsung terhadap tekstur dan cita rasa nasi. Manakala kadar pati di permukaan menyusut, tiap butir beras dapat matang secara lebih merata dan terpisah, sehingga berbuah sajian nasi yang kian pulen serta tidak terlalu lengket.

Cara mencuci beras yang benar Membersihkan beras sebetulnya tidak memakan durasi yang lama. Beras bisa diletakkan ke dalam saringan berpori halus, lantas dibilas menggunakan aliran air dingin sembari diaduk secara perlahan-lahan. 

Proses pembilasan ini diteruskan hingga air buangannya terlihat cukup jernih. Teknik tersebut terbukti ampuh mereduksi kelebihan pati di permukaan beras.

Selepas dicuci dan ditiriskan, beras juga bisa dibiarkan beristirahat selama kisaran 20 sampai 30 menit sebelum masuk proses pemasakan. Menurut koki Sungchul Shim, tradisi semacam ini banyak dijumpai dalam kebiasaan memasak masyarakat di kawasan Asia Timur.

 Durasi jeda usai pencucian ini memberi kesempatan bagi air untuk meresap secara lebih merata, sehingga beras dapat matang dengan konsistensi yang terjaga.

Perlukah beras direndam? Di samping dibilas, merendam beras sebelum dimasak dapat pula dijalankan jikalau memiliki keleluasaan waktu. Talde menyarankan agar beras direndam sekitar 30 menit guna membantu memunculkan tekstur akhir yang lebih optimal. Walau demikian, tahapan ini bukanlah suatu keharusan mutlak bagi setiap varian beras maupun setiap teknik memasak.

Bagi kalangan masyarakat yang mengandalkan rice cooker setiap harinya, membilas beras dengan proporsional telah menjelma sebagai langkah praktis demi mendongkrak kualitas tekstur nasi jadi lebih ideal.

Ada beras yang tidak perlu dicuci Kendati praktik mencuci beras lazim direkomendasikan, faktanya tidak seluruh kategori beras mesti dibersihkan lebih dulu.

Untuk menu sajian seperti risotto dan paella, beras justru lazimnya dibiarkan tanpa dicuci. Alasannya, zat pati yang melapis permukaan butiran beras amat dibutuhkan guna memunculkan tekstur yang lebih creamy serta menyatu sempurna.

Beras yang telah tercampur ke dalam produk makanan berbumbu pun sebaiknya tidak perlu dibasuh. Tindakan membilas dikhawatirkan bakal melunturkan bumbu atau rempah yang sudah melekat pada produk tersebut.

Aturan serupa berlaku pula bagi varian beras yang telah difortifikasi (fortified rice). Sejumlah produk beras tertentu bahkan telah dibubuhi label khusus bertuliskan “no wash” atau “no rinse”, sehingga konsumen dianjurkan mematuhi instruksi pada kemasan tanpa perlu mencucinya.

Bagaimana jika lupa mencuci beras? Anda tak perlu panik seandainya sewaktu-waktu terlupa membilas beras sebelum memasaknya. Berdasarkan panduan Real Simple, nasi tetap bisa diolah meskipun beras terlewat dari proses pembilasan. Kelupaan mencuci beras bukan berarti sajian nasi otomatis gagal total atau tidak layak dikonsumsi.

Kendati demikian, demi memperoleh tekstur nasi yang lebih terurai serta mereduksi kadar pati di permukaan, mencuci beras sebelum dimasak tetap menjadi opsi terbaik yang disarankan untuk mayoritas jenis beras.

Terkini