Strategi Omnichannel Dorong Prospek Emiten Ritel AMRT, MIDI, dan MAPI

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:20:31 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Alfamart [FOTO: NET].

JAKARTA — Penerapan strategi omnichannel dipandang sebagai salah satu dorongan positif bagi emiten ritel di tengah tekanan daya beli konsumen. Penggabungan antara saluran digital dan gerai fisik diyakini sanggup mendongkrak loyalitas konsumen, frekuensi transaksi, sampai besaran nilai belanja.

Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian memaparkan bahwa implementasi omnichannel menghadirkan angin segar untuk sektor peritel lantaran sanggup memperkuat daya tahan retensi pelanggan (customer retention). Pemanfaatan aplikasi digital serta skema keanggotaan turut membuka peluang bagi kenaikan frekuensi belanja maupun nilai nominal transaksi.

“Ujungnya memperbaiki SSSG dan margin, tetapi dampak ke laba baru terasa signifikan setelah investasi digital mencapai skala ekonomis,” ujarnya, dikutip, Rabu (19/8/2026).

Menurut pandangannya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) bersama PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) menjadi peritel dengan keunggulan ekosistem membership paling menonjol lewat layanan Alfagift.

Di samping itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) mengandalkan ekosistem MAPCLUB, sementara PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) mengoptimalkan jaringan digital Ruparupa.com.

Christofer menilai AMRT dan MIDI memegang peluang dampak paling substansial berkat fokus produknya pada kategori kebutuhan harian. Seiring bertumbuhnya loyalitas pelanggan, kedua perseroan ini berpotensi meraup tambahan frekuensi belanja sekaligus peningkatan nilai per transaksi.

Seirama, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia memandang prospek emiten ritel pengguna strategi omnichannel terbilang cukup cerah. Skema ini memungkinkan peritel memperluas daya jangkau pasar tanpa tergantung sepenuhnya pada pembukaan gerai fisik baru.

Meski begitu, Liza memberikan catatan bahwa efektivitas strategi omnichannel tetap bergantung pada tingkat daya beli, kekuatan citra merek, ketepatan stok persediaan, kecepatan pengiriman, hingga efisiensi anggaran promosi digital.

Penyelarasan kanal online dan offline, tambahnya, dapat mengerek transaksi via program loyalitas, penawaran promosi yang lebih personal, opsi layanan click and collect, serta kemudahan konsumen dalam mengecek ketersediaan produk.

Bila dieksekusi secara efisien, pendekatan ini berpotensi meningkatkan lalu lintas kunjungan (traffic), besaran keranjang belanja, hingga perputaran inventaris yang pada akhirnya memperkuat margin dan profitabilitas.

Liza menilai MAPI sebagai salah satu pemain yang paling matang dalam memanfaatkan omnichannel via MAPCLUB, berkat sokongan portofolio merek serta jaringan toko yang luas.

ERAA juga dipandang menarik lewat ekosistem Eraspace, Erafone, dan iBox, sedangkan ACES memiliki peluang dari integrasi platform Ruparupa dengan jaringan gerai AZKO.

“MAPI punya keunggulan terbesar dalam data pelanggan lintas brand, sedangkan ERAA unggul dalam distribusi dan ACES dalam integrasi produk home-living dengan gerai fisik,” kata Liza.

Dari sudut pandang besaran dampak, MAPI dan ACES diproyeksikan paling diuntungkan lantaran segmen lifestyle dan home living sangat sesuai dengan perilaku pencarian barang secara online, meski eksekusi pembelian akhir masih dominan terjadi di toko fisik. ERAA pun dinilai prospektif sebab omnichannel sanggup memperkuat penjualan silang (cross-selling) gawai, aksesoris, dan layanan pendukung.

Di tengah tantangan lesunya daya beli, kedua analis sepakat bahwa integrasi omnichannel sanggup menjaga performa same-store sales growth (SSSG) tetap positif berkat tambahan kunjungan digital, peningkatan repeat order, serta konversi pembeli online menuju toko fisik.

Ke depan, ekspansi toko fisik diperkirakan tetap berlanjut namun lewat strategi selektif. Konsep gerai berukuran lebih kecil berpeluang dikembangkan sekaligus berfungsi sebagai experience store dan pusat pemenuhan pesanan (fulfillment hub), khususnya di wilayah perkotaan yang belum terjamah jaringan eksisting.

Mengenai rekomendasi saham, Sucor Sekuritas menyematkan rating BUY untuk AMRT dengan target harga Rp1.800, MIDI Rp410, ERAA Rp450, serta ERAL Rp330. Adapun MAPI, MAPA, dan ACES masing-masing disematkan rekomendasi HOLD dengan target harga Rp1.400, Rp670, dan Rp350. Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menjagokan MAPI sebagai pilihan utama, ACES untuk opsi pemulihan (recovery), dan ERAA yang menawarkan valuasi tergolong menarik.

Pada akhirnya, omnichannel tak lagi sekadar saluran penjualan pelengkap. Apabila peritel mampu mencapai efisiensi skala ekonomis, mengelola basis data pelanggan, serta mengintegrasikan pasokan dan jaringan toko secara padu, strategi ini berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan omzet sekaligus profitabilitas industri ritel.

Terkini