Pulihkan Faskes Pascagempa, Kemenkes Dirikan RS Lapangan di NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:48:02 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mendirikan sepasang Rumah Sakit (RS) Lapangan yang bertempat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, serta RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin mengutarakan bahwa pihaknya membangun dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Pendirian fasilitas darurat ini bertujuan guna memastikan kesiapan pelayanan medis sekaligus menyokong pemulihan infrastruktur kesehatan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu (15/8/2026) yang lalu.

"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).

Ia menuturkan bahwa pengiriman serta pembangunan RS Lapangan tersebut merupakan bentuk aksi lanjutan dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) sebagai respons atas kondisi fasilitas kesehatan yang menderita kerusakan akibat gempa.

Di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada hari Selasa (18/8/2026) telah melaksanakan koordinasi bersama Direktur RSUD Aeramo perihal operasional RS Lapangan. Tim tersebut juga bergandengan tangan dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) guna menginspeksi tingkat kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh demi menjamin keselamatan staf maupun pasien.

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo di Nagekeo amat memerlukan pasokan tambahan tenda guna menopang operasional RS Lapangan tersebut. Sementara itu, jajaran tenaga medis yang dikerahkan mencakup para profesional kesehatan dari berbagai bidang kompetensi.

"Tim ini terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat spesifik (IGD, anestesi, dan kamar operasi)," ujar Agus.

Tenaga medis tersebut dihimpun dari Tim Utama yang melibatkan unsur tenaga kesehatan asal Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, serta RS Ben Mboi Kupang, dengan sokongan Tim Back Up dari RS Kariadi. Di sisi lain, tim medis yang ditugaskan menuju RSUD Ende turut disiagakan guna mem- backup operasional di RSUD Aeramo seandainya terjadi lonjakan kebutuhan akibat dampak susulan gempa.

Di dalam pelaksanaan penanganan medis ini, Tim EMT juga memboyong sejumlah pasokan logistik prioritas, di antaranya vaksin sumbangan Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 buah masker, 1.000 kantong infus HS NS, serta 400 pasang sarung tangan medis.

"Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi," ucap Agus.

Kemenkes berkomitmen untuk terus mengidentifikasi kebutuhan lanjutan secara sinergis bersama pihak pemerintah daerah guna mengakselerasi pemulihan fungsi fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah yang terdampak musibah.

Terkini