Syailendra dan Trimegah Tambah 1,6 Juta Unit ETF Emas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:51:01 WIB
ILUSTRASI. Syailendra Capital menargetkan dana kelolaan (AUM) produk Syailendra ETF Sharia Gold bisa menembus Rp 100 miliar-Rp 200 miliar pada tahun pertama [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Syailendra Capital bersama PT Trimegah Asset Management memperbanyak jumlah unit penyertaan pada dua produk ETF emas syariah mereka, yaitu Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) dan Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA), dengan total ekspansi mencapai 1,6 juta unit.

Head of Operations PT Syailendra Capital Eko Setyoprabowo menyampaikan penambahan sebanyak 600.000 unit XSGO per 13 Agustus 2026 melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Jumlah unit penyertaan beredar sebelumnya sebanyak 1.600.000 unit, dengan penambahan unit sebanyak 600.000 unit dan tidak terdapat pengurangan unit,” demikian tertulis dalam laporan jumlah unit penyertaan XSGO, Selasa (18/8/2026).

Melalui penambahan tersebut, total unit penyertaan XSGO yang beredar kini menyentuh angka 2,2 juta unit per 13 Agustus 2026.

Di saat bersamaan, Fund Accounting & Settlement Head PT Trimegah Asset Management Edi Martono mengabarkan adanya penambahan 1 juta unit Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA) pada periode yang sama.

“Jumlah unit penyertaan beredar sebelumnya sebanyak 109.000.000 unit, dengan penambahan unit sebanyak 1.000.000 unit dan tidak terdapat pengurangan unit,” paparnya.

Dengan penambahan ini, unit penyertaan XTRA yang beredar meningkat ke angka 110 juta unit per 13 Agustus 2026. Secara akumulatif, kedua instrumen ETF emas syariah tersebut menghimpun tambahan 1,6 juta unit penyertaan tanpa tercatat adanya pengurangan unit.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis secara resmi lima produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas pada Senin (10/8/2026). Kehadiran pilihan investasi teranyar ini diyakini mampu mendorong pendalaman pasar modal sekaligus memperluas keterjangkauan investasi bagi masyarakat di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa peluncuran ETF emas menjadi penanda perluasan pasar bullion yang merupakan bagian dari 8 langkah reformasi pasar modal dalam rangka pendalaman pasar secara terpadu.

Tercatat sedikitnya lima produk ETF Emas Syariah yang sudah resmi meluncur di BEI. Kelimanya dihadirkan oleh lima Manajer Investasi (MI) yang berpartisipasi, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

Pada penerbitan perdana, kelima ETF emas di BEI tersebut membukukan unit penyertaan berkisar 63,8 juta unit dengan total Nilai Aktiva Bersih (NAB) awal sekitar Rp21,68 miliar.

Terkini