JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa pemaknaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum guna terus menggembleng kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat.
Menaker Yassierli dalam siaran resminya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan menjadi pelecut untuk konsisten menghadirkan formula kebijakan yang membuka ruang bagi publik dalam memperoleh pekerjaan serta meningkatkan keahlian.
“Semangat kemerdekaan menjadi energi bagi kami untuk terus membangun Indonesia melalui sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. Kami akan terus memperluas peningkatan kompetensi agar masyarakat semakin siap memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.
Langkah konkret tersebut, lanjutnya, direalisasikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) lewat berbagai program unggulan, seperti Pelatihan Vokasi Nasional, Magang Nasional, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga portal KarirHub.
Ia menjelaskan, deretan program itu membentangkan kesempatan bagi publik untuk mengasah kapasitas diri, menimba pengalaman kerja langsung, mengenyam pendidikan vokasi, serta mengakses informasi lowongan kerja yang relevan dengan tuntutan industri.
Peningkatan mutu SDM dan perluasan peluang kerja ini juga berjalan berdampingan dengan komitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang aman, produktif, inklusif, dan adil.
“Untuk itu, Kemnaker terus memperkuat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta hubungan industrial,” ujar Menaker.
Yassierli menegaskan pula bahwa hadirnya SDM yang mumpuni merupakan fondasi vital bagi Indonesia untuk mengakselerasi industrialisasi dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
Menurut analisisnya, agenda hilirisasi, pemantapan industri domestik, hingga kedaulatan pangan dan energi sangat bergantung pada ketersediaan tenaga kerja ahli yang mampu mencetak nilai tambah di tanah air.
“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli.
Lebih jauh, Menaker menggarisbawahi bahwa kemerdekaan memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk menentukan arah dan strategi pembangunannya secara mandiri.
Oleh sebab itu, tambahnya, laju pembangunan ekonomi mesti terus dititikberatkan untuk mengasah daya saing bangsa dalam mengelola kekayaan alam dan potensi internal, sembari mendongkrak taraf kesejahteraan rakyat.