Basarnas Laporkan 70 Korban Jiwa Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Wilayah NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:21:02 WIB
Direktur Operasional Basarnas, Bramantyo. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendata jumlah korban musibah gempa bumi kekuatan (M) 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyentuh 202 jiwa sampai hari ketiga penanganan. 

Berdasarkan total itu, 70 jiwa tutup usia dan 132 jiwa menderita luka-luka. Direktur Operasional Basarnas, Bramantyo, menuturkan angka tersebut merupakan perolehan gabungan sampai Senin (17/8/2026) pukul 23.30. 

"Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang, dan luka-luka 132 orang," kata Bramantyo dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).

Dari 132 korban cedera, sebanyak 40 jiwa menderita cedera parah serta 92 jiwa lainnya menderita cedera ringan. Basarnas terus melaksanakan pengawasan terhadap perubahan kondisi korban di area yang terimbas. Memasuki hari keempat, kegiatan pencarian serta pertolongan mulai dititikberatkan pada penyisiran area terimbas. 

Basarnas mengungkapkan tidak lagi memperoleh laporan mengenai penduduk yang masih dalam pencarian. Bramantyo mengungkapkan, regu SAR di lokasi selanjutnya diarahkan untuk menolong penyisiran sekalian mendukung rangkaian penanganan serta pemulihan yang dijalankan pemerintah. 

"Karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian. Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB," ujarnya.

Disamping kegiatan SAR, Basarnas juga menguatkan layanan kesehatan di area yang sukar disambangi, terutama Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Pada Selasa (18/8/2026), Basarnas menerjunkan helikopter guna mengirim lima anggota regu kesehatan ke area tersebut. 

Dalam penerbangan balik ke Labuan Bajo, Basarnas mengevakuasi empat penduduk dari Lamba Leda guna mendapatkan pertolongan medis. 

Pada penerbangan berikutnya kira-kira pukul 11.00, Basarnas kembali mengirim dua petugas kesehatan sekaligus mengevakuasi empat penduduk yang perlu rujukan ke RSUD Labuan Bajo. 

Bramantyo menuturkan, pada tahap selanjutnya Basarnas bakal menjaga kegiatan penyisiran serta menguatkan bantuan terhadap pelayanan kesehatan di area terimbas. 

"Di hari keempat ke depan mungkin kami tinggal melakukan penyisiran dan membantu perkuatan khususnya di bagian kesehatan," pungkasnya.

Terkini