Istana Beberkan Alasan Strategi "Dokter Terbang" Prabowo Jawab Ketimpangan Faskes

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:12:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membentuk strategi "dokter terbang". Istilah itu mengacu pada dokter keliling yang nantinya dapat diterbangkan ke sejumlah daerah, salah satunya menggunakan helikopter. 

Prasetyo menuturkan, strategi itu diambil lantaran fasilitas kesehatan di Indonesia belum merata. 

"Kenapa muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo menuturkan, seiring dengan itu, pemerintah berencana merenovasi 10.000 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 7.280 kecamatan mulai tahun depan. 

Setiap puskesmas akan mendapatkan anggaran perbaikan sekitar Rp 4 miliar, dengan perhatian lebih besar bagi wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Program renovasi tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 2030.

Pada tingkat rujukan, pihaknya menyiapkan pembangunan dan revitalisasi rumah sakit umum daerah (RSUD). Sebanyak 441 RSUD akan diperkuat agar setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan secara lebih lengkap. 

"Target pemerintah secepat-cepatnya untuk bisa memperbaiki seluruh Puskesmas, memperbaiki RSUD-RSUD kita dengan harapan memperpendek, baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh," ujar dia.

Ia mengatakan, gagasan "dokter terbang" sebenarnya muncul dari ide yang telah ditetapkan di berbagai negara. Negara-negara tersebut menerapkan unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter. 

"Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil. Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya kan tidak selalu seperti itu," ujar dia.

Sejauh ini, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit telah beroperasi.

Prasetyo juga meminta masyarakat untuk tidak membandingkan program apa yang ditangani lebih dulu. Sebab, seluruhnya berupaya dikebut agar berbagai fasilitas publik merata. 

"Mohon izin tidak memperbanding-bandingkan kenapa menangani ini dulu, atau ini dulu. Semuanya kita coba kerjakan sesuai dengan tentu saja, ya, sesuai memang dengan kemampuan kita sesuaikan. Manakala kita mampu sesungguhnya kita menghendaki semuanya bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," ujar dia.

Terkini