Realisasi Investasi Swasta di IKN Capai Rp74,54 Triliun dan Terus Berkembang

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:50:01 WIB
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Foto: NET)

JAKARTA - Aktivitas penanaman modal di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, senantiasa memperlihatkan kemajuan. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melaporkan komitmen realisasi penanaman modal swasta sudah menyentuh angka Rp74,54 triliun sampai tanggal 7 Agustus 2026, yang bersumber dari 67 pemodal lokal maupun mancanegara.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa penanaman modal swasta menjadi salah satu dari empat model pembiayaan pembangunan IKN. Tiga model lainnya yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah bersama badan usaha (KPBU), serta hibah.

"Kalau tentang keberlanjutan IKN, bagi kami sebagai Otorita tetap melaksanakan tugas sesuai yang diberikan. Untuk financing sekarang ini ada empat skema, APBN, KPBU, investasi swasta, dan hibah. Semuanya berjalan, dan investasi swasta ini yang cukup menggembirakan karena mulai banyak investor yang masuk," ujar Basuki dalam media briefing di city hall IKN, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026).

Sejumlah pemodal anyar turut mulai mewujudkan proyek di wilayah IKN. Salah satunya PT Start Bright International Investment asal Tiongkok yang merancang penanaman modal sekitar Rp1,25 triliun guna mendirikan empat tower hunian vertikal.

Menurut Basuki, pembangunan proyek tersebut mulai memperlihatkan tren positif. Bahkan, lebih dari 100 unit apartemen yang dikembangkan Start Bright telah dipesan.

"Start Bright dari China sekitar Rp1,25 triliun untuk empat tower. Sekarang sudah mulai berjalan dan sudah lebih dari 100 apartemen yang dipesan. Ini cukup mengejutkan bagi kami," katanya.

Di samping pemodal asal Tiongkok, OIKN mencatat pemodal dari Korea Selatan yang menyiapkan penanaman modal sekitar Rp2,5 triliun. 

Lion Group pun berniat membangun pusat pelatihan beserta fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di sekitar kawasan Bandara IKN. Lion Group menyiapkan lahan sekitar 30 hektare guna pengembangan fasilitas MRO tersebut.

Basuki menuturkan rencana itu berkembang setelah Lion Group mencermati potensi Bandara IKN dalam menunjang aktivitas penerbangan serta pemeliharaan pesawat.

"Lion Group awalnya ingin membuat training center. Setelah melihat potensinya, mereka juga ingin membangun MRO sekitar 30 hektare. Kami sudah menghubungkan dengan Badan Bank Tanah karena lahan di sekitar bandara dikuasai Bank Tanah," ujar Basuki.

Menurut Basuki, Bandara IKN mempunyai landasan pacu sepanjang kurang lebih 3 kilometer dengan lebar 45 meter. Sarana prasarana itu dinilai sanggup menopang operasional pesawat berbadan lebar. 

OIKN turut memfasilitasi pendayagunaan Bandara IKN untuk penerbangan komersial, termasuk sebagai embarkasi haji serta umrah. Akan tetapi, realisasi rencana tersebut masih menanti transisi status bandara dari bandara khusus menjadi bandara komersial lewat peraturan presiden.

Pengembangan Properti dan Ekosistem IKN

Dalam bidang properti, pengusaha Siswono Yudo Husodo telah mengutarakan komitmen membangun kawasan permukiman seluas 139 hektare di bagian belakang kawasan Istana Presiden. Pembangunan itu merupakan bagian dari rancangan kawasan yang juga mencakup pembuatan lapangan golf.

Beberapa pemodal lainnya pun mulai mempersiapkan proyek guna memperkokoh ekosistem perkotaan IKN. Taman Safari sedang menyusun rancangan proyek, sementara Indobox yang berkecimpung di bidang sinema serta kuliner telah mengamankan lahan dan dijadwalkan mulai beroperasi pada November 2026.

Plataran pun telah memulai land clearing untuk pembangunan restoran di sekitar Sumbu Barat IKN. Di samping itu, ada pula wacana pendirian restoran Sederhana.

Basuki mengungkapkan bertambahnya pemodal yang hadir menjadi tanda bahwa ekosistem ekonomi IKN mulai terbentuk secara bertahap. OIKN turut memberikan sokongan guna mempercepat pengerjaan proyek pemodal, termasuk melalui penyediaan hunian serta ruang kerja bagi para pekerja.

"Investor yang sudah masuk kami bantu supaya bisa lebih cepat membangun. Ada investor dari Korea Selatan, Star Bright dari China, dan Citadel dari Malaysia. Sebagian tenaga kerja mereka sudah berada di IKN dan kami siapkan fasilitas agar proses pembangunan investasinya bisa lebih cepat," jelasnya.

Di luar penanaman modal swasta, OIKN mencatat nilai proyek melalui model KPBU telah mencapai Rp134,22 triliun hingga 7 Agustus 2026. Basuki menegaskan pembangunan IKN bakal terus diteruskan dengan mengandalkan perpaduan empat model pembiayaan tersebut.

Menurutnya, penanaman modal swasta mempunyai fungsi krusial bukan sekadar pada pembangunan fisik, melainkan pula dalam membentuk aktivitas ekonomi serta ekosistem perkotaan di IKN.

"Ekosistem perkotaan step by step akan terbentuk di sini. Bukan hanya gedung pemerintahan, tetapi juga hunian, pendidikan, restoran, pusat hiburan, fasilitas penerbangan dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya," pungkas Basuki.

Terkini