Sering Mengoleskan Lip Balm? Simak Penjelasan Pakar Soal Bahaya Iritasinya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:37:02 WIB
Ilustrasi - Kecanduan Lip Balm. (Foto: NET)

JAKARTA - Kebiasaan memulaskan pelembap bibir berkali-kali sepanjang hari terkadang membuat seseorang merasa seolah "ketergantungan" terhadap produk tersebut. 

Faktanya, hasrat untuk terus memakainya bisa menjadi indikasi bahwa barang yang dipakai justru tidak menyelesaikan akar masalah pada bibir. 

Pada situasi tertentu, pelembap bibir memang bisa memberikan rasa nyaman secara instan saat bibir terasa kering, kasar, ataupun pecah-pecah. Namun, manfaat tersebut tidak selamanya bertahan lama sehingga bibir kembali terasa kering dan memicu seseorang untuk mengoleskannya kembali.

Mengapa terus ingin pakai lip balm? Pakar dermatologi sekaligus profesor madya dermatologi di Ohio State University, Susan Massick, MD mengatakan, penggunaan pelembap bibir berulang kali dapat terjadi karena zat tertentu dalam produk memicu iritasi. 

"Sering mengoleskan ulang kemungkinan berarti produk yang Anda gunakan menyebabkan iritasi," ujar Massick dikutip Self Magezine. Ia beranggapan, sejumlah barang memiliki zat yang mulanya memberikan sensasi lembap serta nyaman, akan tetapi justru bisa menjadi pemicu iritasi jika dipakai terus-menerus. 

Pengharum, perasa, serta minyak esensial termasuk beberapa zat yang bisa menimbulkan efek pada individu dengan kulit sensitif. Saat bibir mengalami iritasi, kulit bisa terasa makin kering, perih, atau mengelupas. 

Kondisi tersebut lantas membuat seseorang kembali memulaskan pelembap bibir guna memperoleh rasa nyaman, sehingga terbentuk siklus yang terus berulang. 

Dengan kata lain, masalahnya bukan selamanya karena bibir "ketagihan" pelembap bibir. Bisa jadi, barang yang dipakai membuat bibir mengalami iritasi sehingga memerlukan aplikasi berulang untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Sensasi dingin belum tentu melembapkan. Beberapa pelembap bibir, terutama yang dijual sebagai produk untuk bibir kering atau pecah-pecah, mengandung mentol, kamper, atau eukaliptus. 

Zat tersebut bisa memberikan sensasi dingin atau sedikit kesemutan yang terasa menyegarkan saat pertama kali dipakai. Namun, sensasi tersebut tidak selamanya berarti bibir memperoleh kelembapan yang diperlukan. 

Menurut Massick, zat-zat tersebut justru bisa memicu iritasi pada sebagian individu. Masalah lain juga bisa muncul saat pelembap bibir memiliki rasa atau aroma tertentu. 

Bibir yang terasa seperti pepermin atau vanila bisa membuat seseorang tanpa sadar lebih sering menjilat bibir. Padahal, menjilat bibir berulang kali berpotensi memperparah kekeringan. 

"Air liur bukanlah pelembap," kata Massick. 

Air liur membawa enzim pencernaan yang bisa mengiritasi kulit bibir. Saat bibir terus-menerus basah akibat dijilat lalu kembali mengering, lapisan pelindung kulit bisa ikut terganggu.

Pilih zat yang mengunci kelembapan. Selain zat yang berpotensi mengiritasi, beberapa pelembap bibir juga mungkin kurang efektif dalam mempertahankan kelembapan. Produk yang hanya memberikan kelembapan sementara bisa membuat bibir kembali terasa kering sesudah manfaatnya lenyap. 

Salah satu zat yang banyak dipakai untuk menarik air ke kulit ialah humektan, seperti gliserin serta asam hialuronat. Namun, zat tersebut akan lebih manjur jika dikombinasikan dengan zat oklusif yang membantu menahan kelembapan di permukaan kulit. 

Zat oklusif seperti petrolatum serta dimetikon bisa membantu membentuk lapisan pelindung pada bibir. Lapisan tersebut berfungsi mengurangi kehilangan air sehingga kelembapan tidak lekas menguap. 

Karena itu, jika bibir terus terasa kering meski sudah sering memakai pelembap bibir, cobalah mengevaluasi zat produknya. Pilih pelembap bibir yang sederhana serta minim pengharum atau perasa, terutama jika bibir mudah mengalami iritasi. Perhatikan pula reaksi sesudah pemakaian. 

Jika muncul rasa terbakar, gatal, bengkak, atau nyeri, sebaiknya hentikan penggunaan produk tersebut. Selain itu, proteksi dari sinar matahari juga krusial. Memilih pelembap bibir dengan SPF bisa membantu melindungi kulit bibir dari paparan sinar ultraviolet yang bisa memperparah kondisi bibir kering serta pecah-pecah.

Terkini