Perluas Program MBG, BGN Jangkau 658 Ribu Guru di Tiga Provinsi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:10:07 WIB
Pimpinan BGN Sudaryono. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperluas fungsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui edukasi gizi serta keamanan pangan dengan mengincar 658.300 guru beserta tenaga kependidikan pada tiga provinsi. 

Tindakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman gizi peserta didik, tidak sekadar melalui penyediaan makanan. 

Pimpinan BGN Sudaryono mengutarakan target awal literasi gizi serta keamanan pangan mencakup 53.831 guru bersama tenaga kependidikan di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten.

"Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan keterangan Sudaryono, edukasi menjadi bagian krusial di dalam pelaksanaan MBG sebab tujuan program tidak berhenti pada penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

"Bukan hanya kemudian menyediakan makan. Memang itu menjadi salah satu kegiatan kami yang paling besar, tapi sebetulnya tujuannya bukan hanya itu. Salah satunya adalah terkait literasi dan edukasi terkait gizi," kata Sudaryono.

BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal melanjutkan kegiatan tersebut lewat webinar secara berkala demi memperluas cakupan edukasi. 

Deputi Bidang Promosi serta Kerja Sama BGN Mariman Darto menyampaikan kegiatan tersebut menjadi fase permulaan untuk memperluas pemahaman mengenai gizi beserta keamanan pangan kepada peserta didik penerima manfaat MBG.

"Kick-off hari ini menjadi tahap awal yang selanjutnya akan diteruskan melalui webinar secara bertahap untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dampak yang lebih luas kepada peserta didik, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis," ujar Mariman.

Berdasarkan pandangan Mariman, keberhasilan MBG turut ditentukan oleh pemahaman seputar gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, serta kebiasaan hidup sehat dalam lingkungan satuan pendidikan. 

Guru dianggap memiliki posisi strategis sebab berinteraksi langsung bersama peserta didik sekaligus sanggup menghubungkan sekolah dengan orang tua dan pemangku kepentingan yang lain.

"Para guru memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan keamanan pangan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta bagaimana adab makan, sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya," jelas Mariman.

Terkini