PT JICT Optimalkan Penerapan Skema Dual Move Untuk Ekspor Serta Impor

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:56:01 WIB
PT JICT Optimalkan Penerapan Skema Dual Move. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus mengoptimalkan penerapan "dual move" untuk meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan truk ekspor-impor sekaligus membuka peluang mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Dual move" adalah skema operasional yang memungkinkan kendaraan melakukan pengantaran peti kemas ekspor dan pengambilan peti kemas impor dalam satu rangkaian kunjungan terminal.

Direktur Operasi dan Teknik JICT Doni Budiono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan "dual move" merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dari perspektif rantai logistik yang lebih luas.

“Efisiensi terminal akan memberikan nilai lebih besar ketika dapat diterjemahkan menjadi produktivitas bagi pengguna jasa. Melalui dual move, kami membuka peluang agar satu kunjungan kendaraan dapat menghasilkan dua pergerakan produktif,” ujar Doni saat sosialisasi "Dual Move' di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (12/8).

Sosialisasi tersebut melibatkan regulator KSOP Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, pengguna jasa, asosiasi, perusahaan "freight forwarding" dan truk.

Menurut Doni, JICT tidak hanya akan mengukur keberhasilan program dari jumlah transaksi, tetapi juga dari "reliability" proses, tingkat adopsi pengguna jasa, "truck turn time", dan efektivitas implementasi di lapangan.

"Kami ingin manfaat dual move dibuktikan dengan data. Karena itu implementasinya akan terus kami monitor dan evaluasi bersama customer, freight forwarder, dan perusahaan trucking," katanya.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto mengatakan pemerintah terus menekankan pentingnya modernisasi tata kelola pelabuhan nasional guna memperlancar arus distribusi barang dan meningkatkan daya saing logistik.

"Peningkatan kualitas layanan termasuk bagaimana kami terus menyempurnakan proses, koordinasi, dan produktivitas pergerakan barang maupun kendaraan di dalam ekosistem pelabuhan," ujar Heru.

Menurut dia, implementasi inovasi operasional yang terintegrasi di terminal peti kemas dapat berjalan optimal apabila seluruh elemen pelabuhan bergerak dalam satu ritme kerja yang solid, disiplin, dan tetap mematuhi regulasi.

"Inisiatif dual move yang disosialisasikan JICT menawarkan pendekatan integrasi kegiatan ekspor dan impor dalam satu rangkaian kunjungan kendaraan. Keberhasilan implementasinya tentu sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak," katanya.

Sementara itu, Senior Manager Komersial Regional 2 Tanjung Priok Chandra Irawan mengapresiasi langkah JICT sebagai terminal operator yang secara konsisten melakukan berbagai inovasi dan perbaikan proses operasional.

Menurut dia, optimalisasi "dual move" relevan dengan upaya meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kalau program ini dapat dioptimalkan dan utilisasinya semakin tinggi, kami melihat dalam jangka panjang berpotensi memberikan kontribusi pengurangan kepadatan lalu lintas, baik di dalam kawasan pelabuhan maupun di sekitar Tanjung Priok," katanya.

Terkini