Persib Bandung Pastikan FIFA Cabut Permanen Sanksi Pendaftaran Pemain

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:17:31 WIB
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan FIFA telah mencabut secara permanen sanksi registration ban terhadap Persib yang berkaitan dengan kasus mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengatakan pencabutan sanksi dilakukan setelah Persib menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut.

“Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” kata Adhitia di Bandung, Rabu (12/8/2026).

Adhitia menjelaskan kepastian itu disampaikan melalui surat resmi FIFA bertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859.

Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran yang menjadi kewajiban Persib sesuai dengan keputusan yang mendasari perkara.

FIFA selanjutnya menyatakan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen dan meminta PSSI segera mencabut larangan pada tingkat nasional.

“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Adhitia mengatakan penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari komitmen Persib dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola klub sebagai tim sepak bola profesional.

Ia menegaskan manajemen Persib selalu mengedepankan pendekatan rasional, objektif, dan terukur dalam menghadapi setiap persoalan yang berkaitan dengan klub.

“Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas,” katanya.

Terkini