Kemenhut Luncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak di HKAN 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:36:31 WIB
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kehutanan meresmikan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak di seluruh penjuru Indonesia sebagai bentuk komitmen mempercepat langkah restorasi kawasan hutan, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwasanya peresmian gerakan ini menjadi acara puncak dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk melakukan restorasi hutan, maka hari ini kami mohon Pak Menteri berkenan meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak sebagai komitmen bersama," kata dia.

Satyawan menerangkan bahwa agenda pemulihan ekosistem tersebut turut mengikutsertakan sebanyak 74 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KSDAE di segenap wilayah Indonesia.

Pada gelaran tahun 2026, HKAN mengusung tema "Konservasi Alam Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" yang menggarisbawahi krusialnya sinergi lintas sektor serta generasi dalam memelihara kelestarian keanekaragaman hayati.

Satyawan menegaskan bahwasanya tantangan dalam pemulihan ekosistem dan perlindungan lingkungan hidup saat ini tidak sanggup diselesaikan oleh pihak pemerintah secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi yang solid bersama masyarakat, sektor swasta, kalangan akademisi, hingga media.

Di samping peluncuran gerakan pemulihan ekosistem, serangkaian agenda peringatan HKAN 2026 di TWA Angke juga diisi dengan penanaman bibit pohon mangrove dan pelepasliaran 15 ekor burung air Ibis cucukbesi (Threskiornis melanocephalus) sebagai bentuk aksi riil restorasi habitat beserta satwa liar.

"Dukungan kami sekarang sudah 70-80 persen populasi mangrove dari total luas TWA ini. Bukan cuma itu, juga dijaga ekosistemnya, pelepasliaran burung air ini," katanya.

Satyawan berharap peringatan HKAN yang jatuh pada setiap tanggal 10 Agustus ini mampu mengokohkan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk konsisten merawat kelestarian alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kehutanan menetapkan target pencapaian keseimbangan degradasi lahan seluas 12,3 juta hektare hingga tahun 2030 mendatang. Upaya rehabilitasi mangrove juga masuk di dalamnya yang difokuskan melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di empat provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan patokan target seluas 41.000 hektare hingga tahun 2027.

"Ini upaya yang kami lakukan secara terus-menerus juga komitmen Kementerian Kehutanan untuk membangun kesadaran bahwa konservasi alam ini ada upaya yang jangka panjang. Dan HKAN ini melibatkan semua mitra sehingga kami harapkan peran serta masyarakat di dalam konservasi, dalam menjaga kelestarian sumber daya alam beserta ekosistemnya dapat dilakukan secara bersama-sama dan partisipatif," kata dia menekankan.

Terkini