Yusuf Ekodono dan Anang Maruf Berburu Bintang Muda Indonesia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:57:31 WIB
Skuad Banteng Jatim [FOTO: NET].

JAKARTA - Ada masa ketika Yusuf Ekodono dan Anang Maruf bertanding di lapangan sebagai pemain sepak bola demi satu impian besar, yakni mengenakan jersey timnas Indonesia. Saat ini, bertahun-tahun selepas melewati masa itu, keduanya kembali hadir di lapangan lewat peran yang tak sama. Bukan lagi menjadi pemain yang mengincar kemenangan, melainkan berperan membantu menemukan pemain-pemain muda yang kelak diharapkan sanggup mengikuti rekam jejak mereka.

Dua Legenda Timnas Indonesia tersebut ambil bagian dalam kepanitiaan Soekarno Cup 2026, sebuah ajang sepak bola U17 yang mempertemukan 400 talenta muda dari 16 provinsi di Tanah Air. Ajang tersebut diselenggarakan di Surabaya, Gresik, serta Bangkalan, Jawa Timur, pada 10-24 Agustus 2026. Peran keduanya tak sekadar sebagai juru bicara. Mereka juga bakal turun langsung memantau laga, mengamati perkembangan pemain, hingga menentukan man of the match di tiap pertandingan.

Bagi keduanya, peluang bermain pada usia muda dapat menjadi langkah awal untuk memperlihatkan kemampuan ke panggung sepak bola yang lebih luas.

Bakat semata tak selalu cukup membawa seorang pemain melangkah ke tingkatan tertinggi. Para pemain muda memerlukan jam terbang, pengalaman, atmosfer yang mendukung, serta kesempatan membuktikan potensi diri. Yusuf Ekodono dan Anang Maruf tertarik terlibat dalam turnamen U17 yang kini memasuki edisi ketiga tersebut. Setelah sempat bergulir di Jakarta (2023) dan Bali (2025), tahun ini turnamen bergeser ke Jawa Timur dengan mengusung misi memperluas panggung bagi talenta muda dari berbagai penjuru daerah.

"Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu," tutur Anang Maruf.

Panggung bagi Talenta yang Belum Terlihat, Bukan Pesaing Kompetisi Federasi

Di sisi lain, salah satu pertimbangan yang membuat Yusuf Ekodono memandang turnamen ini krusial yakni penerapan regulasi yang memberi tempat bagi pemain yang belum pernah mencicipi Liga 1, Liga 2, Liga 3, maupun Elite Pro Academy (EPA). Lewat aturan ini, talenta yang belum tersentuh kompetisi elite punya panggung menunjukkan kebolehannya di hadapan para tokoh berpengalaman di kancah sepak bola nasional.

"Mereka inilah yang perlu kami dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak," kata mantan pemain yang ikut mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Pengalamannya sebagai bagian dari generasi emas sepak bola nasional membuatnya memahami bahwa sebuah kesempatan kecil mampu menjadi awal perjalanan panjang seorang atlet. Oleh sebab itu, Yusuf Ekodono ingin para kontestan di Soekarno Cup U17 tak cuma berburu kemenangan, namun juga berani memamerkan keahlian dan mengasah rasa percaya diri.

"Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat. Karena kami menyadari betapa besarnya potensi anak muda yang belum termonitor kompetisi formal federasi," imbuhnya.

Membawa Pengalaman untuk Generasi Berikutnya

Kini bagi Yusuf Ekodono, keterlibatannya pada ajang ini bermakna lebih dari sekadar menjadi bagian dari sebuah kompetisi. Ia berharap jam terbang yang dikantongi sepanjang kariernya dapat disalurkan ke generasi penerus.

"Kalau kami ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya," tuturnya.

Pengalaman bertanding di lapangan kini bertransformasi menjadi modal utama dalam membaca potensi pemain muda. Untuk mengamati, menilai, sekaligus memberi karpet merah bagi pemain yang mungkin belum banyak dikenal publik. Pada akhirnya, Soekarno Cup U17 2026 bukan sebatas perebutan trofi atau siapa yang keluar sebagai jawara.

”Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan timnas Indonesia,” pungkas Yusuf Ekodono.

Terkini